BSI catat pertumbuhan bisnis emas meski harga bullion terkoreksi

BSI catat pertumbuhan bisnis emas meski harga bullion terkoreksi
BSI tetap tumbuh di emas

Koreksi harga emas tidak mengurangi minat nasabah terhadap produk logam mulia di PT Bank Syariah Indonesia Tbk pada awal 2026. Bank syariah itu masih membukukan kenaikan pada bisnis bullion, cicil emas, dan gadai emas, didorong kebutuhan lindung nilai serta diversifikasi investasi jangka menengah dan panjang.

Sorotan

  • Outstanding pembiayaan cicil emas BSI hingga April 2026 naik 97,90% yoy menjadi Rp 16,93 triliun, didorong peningkatan minat diversifikasi investasi emas.
  • Outstanding gadai emas BSI per April 2026 tumbuh sekitar 100% yoy ke Rp 13 triliun, dengan 120.000 transaksi per bulan karena meningkatnya kebutuhan dana musiman.
  • Nasabah layanan BSI Emas bertambah lebih dari 1 juta rekening dalam setahun, menandakan akselerasi adopsi digital dan permintaan investasi emas meski harga terkoreksi.

Pertumbuhan layanan emas hingga April 2026

Seperti dilaporkan KONTAN, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang sekaligus tahan terhadap inflasi.

BSI saat ini menjalankan beragam layanan bisnis emas, termasuk bullion bank dan layanan BSI Emas yang memungkinkan nasabah membeli emas fisik secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI. Melalui layanan itu, nasabah dapat mulai menabung emas dari Rp 50.000, bertransaksi secara real time, hingga mencetak emas fisik mulai 2 gram.

Menurut Wisnu, kemudahan layanan digital tersebut mendorong kenaikan jumlah nasabah BSI Emas secara signifikan. Dalam kurun sekitar satu tahun, jumlah pengguna BSI Emas bertambah lebih dari 1 juta rekening.

Pada bisnis cicil emas, outstanding pembiayaan hingga April 2026 mencapai Rp 16,93 triliun, naik 97,90% secara tahunan. BSI menilai pertumbuhan ini mencerminkan makin banyak masyarakat yang memahami pentingnya diversifikasi investasi dan menjadikan emas sebagai instrumen yang aman untuk tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang.

Dorongan gadai emas dan prospek bisnis

Di sisi lain, bisnis gadai emas BSI juga terus menunjukkan penguatan. Hingga April 2026, outstanding gadai emas meningkat sekitar 100% secara tahunan menjadi Rp 13 triliun.

Wisnu mengatakan rata-rata transaksi gadai emas mencapai sekitar 120.000 transaksi per bulan. Tingginya aktivitas tersebut antara lain dipengaruhi meningkatnya kebutuhan dana masyarakat menjelang tahun ajaran baru sekolah.

Ke depan, BSI tetap optimistis bisnis emas akan terus bertumbuh meski harga emas sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Bagi industri perbankan syariah, tren ini menunjukkan produk emas masih menjadi pendorong pertumbuhan pembiayaan dan transaksi berbasis investasi defensif di tengah volatilitas pasar.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pergerakan harga emas Antam, harga emas 1 gram tercatat naik menjadi Rp2.660.000 dan harga buyback menguat ke Rp2.378.000 per gram di Jakarta pada 27 Juni 2026. Kami juga mengulas rincian harga per pecahan serta ketentuan pajak yang berlaku (PPN tidak dipungut dan pengenaan tarif 0,25% sesuai PMK 48/2023), yang menjadi acuan penting bagi konsumen saat membeli atau menjual emas fisik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.