OJK dorong penguatan kanal digital asuransi untuk perluas inklusi dan topang pertumbuhan premi
Di tengah percepatan adopsi teknologi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan mendorong industri asuransi mengoptimalkan kanal digital untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat inovasi produk. Langkah ini dinilai penting untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara optimal sekaligus mendukung pertumbuhan premi, inklusi asuransi, dan literasi keuangan.
Sorotan
- OJK mendorong digitalisasi kanal distribusi asuransi untuk memperluas inklusi dan memperkuat pertumbuhan premi industri secara berkelanjutan.
- OJK menekankan pentingnya perlindungan konsumen, transparansi informasi, keamanan data, dan tata kelola dalam pengembangan kanal digital asuransi.
- Pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh 3,28% menjadi Rp 62,58 triliun per April 2026, sementara premi asuransi umum dan reasuransi turun 4,32% menjadi Rp 53,43 triliun.
Strategi digitalisasi untuk distribusi produk asuransi
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, dorongan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner OJK pada Selasa, 23 Juni 2026. Ia menyatakan digitalisasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri perasuransian ke depan, terutama untuk memperluas layanan kepada kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal.OJK menekankan perusahaan asuransi tetap perlu mengedepankan perlindungan konsumen, transparansi informasi, keamanan data, serta penerapan tata kelola yang baik. Menurut Ogi, hal itu diperlukan agar pengembangan kanal digital berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Peningkatan adopsi teknologi dan penggunaan platform digital, khususnya di kalangan generasi muda, membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk menghadirkan proses pemasaran, pembelian polis, hingga layanan klaim yang lebih mudah, cepat, dan efisien. OJK juga menilai produk yang paling sesuai dipasarkan lewat kanal digital umumnya berupa produk sederhana, mudah dipahami, dan memiliki proses underwriting yang relatif cepat, seperti asuransi kesehatan, kecelakaan diri, perjalanan, kendaraan bermotor, serta mikroasuransi.
Dampak pada premi dan inklusi industri
Bagi industri, penguatan distribusi digital berpotensi mendorong pertumbuhan premi sekaligus meningkatkan tingkat inklusi asuransi. Pendekatan ini juga dipandang dapat memperkuat literasi keuangan masyarakat, seiring semakin luasnya akses konsumen terhadap produk dan layanan asuransi melalui platform digital.Berdasarkan data OJK, pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 62,58 triliun hingga April 2026, naik 3,28% secara tahunan. Pada periode yang sama, pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi tercatat Rp 53,43 triliun, namun masih terkontraksi 4,32% dibandingkan setahun sebelumnya.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang perluasan perlindungan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, AAUI mendorong pengembangan produk asuransi kesehatan mikro yang premi rendah, manfaatnya jelas, serta proses klaim lebih sederhana. Kami juga menyoroti pembentukan Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan Kesehatan (KAPJ) oleh OJK untuk memperjelas pembagian manfaat dengan BPJS Kesehatan, mempercepat layanan, dan menekan biaya sehingga cakupan proteksi bisa lebih luas dan efisien.
- Forex
- Crypto