Pemerintah Indonesia siapkan langkah antisipasi gejolak global untuk menjaga stabilitas ekonomi

Pemerintah Indonesia siapkan langkah antisipasi gejolak global untuk menjaga stabilitas ekonomi
Langkah amankan ekonomi

Ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, terus membentuk risiko bagi harga energi, rantai pasok, dan arus investasi yang relevan bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah Indonesia menilai prospek stabilitas tetap terjaga sambil menyiapkan koordinasi kebijakan untuk menahan tekanan pasar dan menjaga kepercayaan investor.

Sorotan

  • Pemerintah Indonesia memprioritaskan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter serta menjaga daya tarik instrumen rupiah untuk menahan tekanan arus modal keluar di tengah gejolak global.
  • Ekonomi ASEAN tumbuh di atas 4 persen, sementara kawasan Indo-Pasifik tetap stabil dan menarik berkat dukungan China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
  • Indonesia mempercepat aksesi ke OECD untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional, memperkuat regulasi, dan memperluas akses ke pasar global.

Strategi pemerintah menghadapi risiko eksternal

Seperti disampaikan Kompas, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perdamaian akan memberi dampak positif bagi prospek ekonomi global dan membantu memperbaiki rantai pasok, dua faktor yang dinilai berpengaruh langsung terhadap ekonomi Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara program Top Economy Metro TV di Jakarta pada 23 Juni 2026, dan dikutip pada Rabu, 24 Juni 2026.

Airlangga menyatakan ketidakpastian global akibat konflik geopolitik membuat pasar semakin sulit diprediksi. Kondisi itu mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan menjaga likuiditas, sehingga pemerintah menekankan pentingnya antisipasi dini melalui koordinasi kebijakan ekonomi.

Pemerintah juga terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Airlangga, langkah Bank Indonesia dalam menjaga daya tarik instrumen rupiah diharapkan membantu mengurangi tekanan arus modal keluar, yang kemudian perlu ditopang oleh masuknya investasi berkualitas.

Daya tarik kawasan dan perluasan akses pasar

Airlangga menilai Indo-Pasifik tetap menjadi kawasan yang aman dan menarik bagi investasi global. Pertumbuhan ekonomi ASEAN yang masih berada di atas 4 persen serta stabilitas kawasan yang didukung negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor.

Di tengah ketidakpastian global, berbagai kawasan ekonomi khusus di Indonesia juga menunjukkan kinerja positif dengan tingkat keterisian yang tinggi. Kondisi itu bahkan mendorong rencana ekspansi di sejumlah lokasi sebagai bagian dari realignment rantai pasok global.

Selain menjaga stabilitas domestik, pemerintah terus memperluas akses pasar dan investasi melalui kerja sama ekonomi internasional. Proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development, OECD, disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional, memperkuat kualitas regulasi, meningkatkan kepercayaan investor, dan memperluas akses ke pasar global yang lebih besar.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang rapat koordinasi lintas lembaga antara pemerintah, DPR, Bank Indonesia, dan kementerian terkait, kami mengulas upaya menyelaraskan respons kebijakan di tengah pelemahan rupiah. Pembahasannya mencakup arah pertumbuhan ekonomi, sinkronisasi kebijakan fiskal dan makro, hingga kebutuhan gas untuk industri, dengan penekanan bahwa fundamental dinilai tetap baik namun memerlukan respons yang terkoordinasi untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.