Ashutosh Sureka

Penunjukan komisaris Krakatau Posco picu sorotan tata kelola

Penunjukan komisaris Krakatau Posco picu sorotan tata kelola
Sorotan komisaris Krakatau Posco

Sorotan terhadap tata kelola perusahaan strategis negara menguat setelah penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco memicu pertanyaan publik tentang dasar kelayakan jabatan tersebut. Perdebatan ini meluas ke isu yang lebih besar, yaitu apakah posisi pengawasan di perusahaan patungan industri baja nasional diisi berdasarkan kompetensi, pengalaman, dan integritas atau kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.

Sorotan

  • Polemik mencuat setelah Mufli Budi Ananda, dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco tanpa penjelasan kompetensi yang jelas.
  • Penunjukan komisaris di PT Krakatau Posco, perusahaan patungan strategis PT Krakatau Steel Tbk dan POSCO Korea Selatan, dipandang perlu memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas tinggi.
  • Status akademik Mufli Budi Ananda tercatat mengundurkan diri sebelum lulus sarjana, memicu kekhawatiran penguatan persepsi koneksi lebih penting daripada kapasitas profesional di BUMN strategis.

Sorotan pada dasar penunjukan

Seperti ditulis Kompas Indeks News Indonesia, polemik muncul setelah Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, ditunjuk menjadi Komisaris PT Krakatau Posco. Raffi Ahmad saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, sehingga penunjukan tersebut segera memunculkan pertanyaan mengenai latar belakang kompetensi yang menjadi dasar keputusan itu.

PT Krakatau Posco digambarkan bukan sebagai perusahaan biasa karena merupakan perusahaan patungan PT Krakatau Steel Tbk dan POSCO Korea Selatan. Perusahaan ini bergerak di industri baja yang padat modal, sarat teknologi, dan dinilai memiliki arti strategis bagi perekonomian nasional, sehingga setiap kursi komisaris dipandang memerlukan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Dalam teks sumber, jabatan komisaris ditegaskan bukan sekadar penghargaan atas loyalitas atau kedekatan personal. Fungsi komisaris mencakup pengawasan terhadap direksi, kepatuhan hukum, manajemen risiko, kehati-hatian, dan pencapaian tujuan jangka panjang perusahaan.

Implikasi bagi tata kelola perusahaan

Prinsip tata kelola itu disebut sejalan dengan OECD Principles of Corporate Governance, yang menekankan independensi, integritas, kompetensi, dan kemampuan dewan komisaris untuk mengawasi manajemen secara efektif. Di Indonesia, kerangka yang sama juga dikaitkan dengan prinsip Good Corporate Governance, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.

Dari sudut pandang tersebut, pertanyaan utama yang mengemuka adalah kompetensi apa yang dibawa seorang komisaris untuk mengawasi perusahaan baja strategis. Teks sumber menyebut Mufli Budi Ananda merupakan lulusan Diploma III Teknik Listrik dan pernah melanjutkan studi Teknik Industri, namun status akademiknya dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, PDDIKTI, tercatat mengundurkan diri sebelum menyelesaikan pendidikan sarjana.

Ulasan itu juga menekankan bahwa gelar akademik bukan satu-satunya ukuran kompetensi. Namun, di tengah persaingan ketat tenaga kerja dan tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penunjukan komisaris di perusahaan strategis tetap dinilai perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memperkuat persepsi bahwa akses kepada tokoh berpengaruh lebih menentukan daripada kapasitas profesional.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pengawasan kepatuhan pelaporan LHKPN di lingkungan BUMN, Danantara menegaskan akan memantau langsung agar direksi menyampaikan LHKPN ke KPK tepat waktu tanpa toleransi keterlambatan. Artikel itu juga menyoroti bahwa kewajiban pelaporan berlaku bagi eksekutif asing di posisi puncak BUMN serta adanya bimbingan teknis untuk memperkuat kepatuhan dan tata kelola.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.