BTN perkuat fee based income lewat ekosistem digital di tengah tekanan margin

BTN perkuat fee based income lewat ekosistem digital di tengah tekanan margin
BTN dorong pendapatan digital

Di tengah tekanan biaya dana dan penyempitan margin bunga bersih, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mendorong pendapatan berbasis komisi sebagai penopang profitabilitas. Strategi ini dijalankan tanpa menggeser fokus utama perseroan pada pembiayaan perumahan, dengan bisnis nonbunga diposisikan sebagai sumber pertumbuhan tambahan.

Sorotan

  • BTN membukukan pendapatan komisi Rp 604,8 miliar hingga Mei 2026, naik 6,4% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 568,3 miliar.
  • BTN memperkuat fee based income melalui ekosistem digital Bale, kerja sama dengan mitra ekosistem perumahan, bancassurance, dan wealth management.
  • Digitalisasi layanan dan penguatan kanal transaksi menjadi strategi utama BTN untuk meningkatkan pendapatan nonbunga di tengah tekanan margin dan cost of fund.

Strategi digital dan target pendapatan nonbunga

Kepada Kontan, Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan perseroan terus mengembangkan fee based income untuk menjaga kualitas profitabilitas di tengah tekanan cost of fund dan net interest margin. Ia menegaskan pendapatan bunga masih menjadi kontributor utama karena fokus bisnis BTN tetap berada pada pembiayaan perumahan.

Menurut Hermita, kontributor utama fee based income BTN berasal dari layanan transaksi perbankan, bisnis digital, bancassurance, wealth management, treasury, transaction banking, serta layanan dalam ekosistem perumahan. Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan nonbunga, BTN juga terus memperkuat ekosistem digital Bale yang mencakup Bale by BTN, Bale Properti, Bale Korpora, Bale Merchant, dan Bale Agen.

Platform tersebut diharapkan meningkatkan frekuensi transaksi, memperluas akuisisi nasabah, dan membuka peluang cross-selling produk. Ke depan, perseroan akan menaikkan porsi pendapatan nonbunga secara bertahap melalui digitalisasi layanan, penguatan kerja sama dengan mitra di ekosistem perumahan, optimalisasi bisnis bancassurance dan wealth management, serta pengembangan layanan treasury dan transaction banking.

Kinerja komisi dan dampaknya bagi BTN

BTN menyatakan optimistis fee based income dapat tumbuh berkelanjutan dan semakin memperkuat kinerja perseroan. Langkah diversifikasi ini menjadi penting bagi bank di tengah tekanan margin, karena memberi tambahan sumber pendapatan di luar bunga.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan komisi BTN hingga Mei 2026 tercatat Rp 604,8 miliar, naik 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 568,3 miliar. Pertumbuhan itu menunjukkan layanan transaksi dan penguatan kanal digital semakin berperan dalam menopang kinerja nonbunga perseroan.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang pergeseran strategi pendapatan bank, kami mencatat banyak bank makin agresif menggenjot fee based income karena tekanan biaya dana dan penyusutan net interest margin. Artikel itu menyoroti pergeseran sumber komisi dari provisi kredit ke transaksi digital, sistem pembayaran, treasury, wealth management, hingga bancassurance, termasuk contoh kinerja komisi BTN per Mei 2026 yang naik serta penguatan ekosistem digital Balé.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.