BTN catat 191 juta transaksi digital hingga Juni 2026, capai 63% target tahunan

BTN catat 191 juta transaksi digital hingga Juni 2026, capai 63% target tahunan
BTN digital transactions soar

Pertumbuhan penggunaan layanan perbankan digital mendorong BTN mendekati dua pertiga target transaksi digital tahun ini pada paruh pertama 2026. Hingga Juni 2026, bank tersebut membukukan sekitar 191 juta transaksi, dengan aplikasi Balé by BTN menjadi penyumbang terbesar.

Sorotan

  • BTN membukukan 191 juta transaksi digital hingga Juni 2026, mencapai 63% dari target tahunan 300 juta transaksi, didorong aplikasi Balé by BTN.
  • Aplikasi Balé by BTN mencatat 63,1 juta transaksi semester I-2026, naik sekitar 88% secara tahunan, menjadi kontributor terbesar transaksi digital BTN.
  • BTN menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui ekspansi fitur Balé, perluasan ekosistem merchant, serta inovasi layanan investasi digital dan QRIS Tap/Transfer.

Pendorong pertumbuhan dan target 2026

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank Tabungan Negara Tbk mencatat total transaksi digital sekitar 191 juta hingga Juni 2026, setara 63% dari target 300 juta transaksi sepanjang tahun. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan capaian itu didorong oleh pertumbuhan penggunaan aplikasi Balé by BTN.

Hingga semester I-2026, Balé by BTN membukukan sekitar 63,1 juta transaksi, naik sekitar 88% secara tahunan dan menjadi kontributor terbesar terhadap transaksi digital perseroan. Thomas menyatakan Balé by BTN berfungsi sebagai super app yang menyediakan layanan transfer dana, pembayaran, pembelian, transaksi QRIS hingga fitur gaya hidup, sehingga mendorong frekuensi transaksi dan memperkuat keterikatan nasabah dengan ekosistem digital BTN.

Transaksi digital yang paling banyak dimanfaatkan nasabah meliputi transfer melalui BI-FAST, transfer antar rekening BTN maupun antarbank, pembayaran QRIS, pembelian token listrik, pembayaran tagihan seperti PDAM, serta top up dompet digital. Pertumbuhan transaksi itu juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan berbasis komisi dan penghimpunan dana murah.

Inovasi layanan dan dampak bisnis digital

Untuk mencapai target akhir tahun, BTN mengandalkan katalis eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, pertumbuhan diperkirakan terdorong oleh penggunaan QRIS yang semakin luas, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta perubahan perilaku masyarakat yang makin mengandalkan layanan digital.

Dari sisi internal, BTN berencana terus meningkatkan jumlah pengguna aktif Balé by BTN, memperkaya fitur layanan, serta memperluas ekosistem merchant dan kemitraan strategis. Langkah ini menunjukkan fokus perseroan untuk memperbesar skala transaksi sekaligus memperdalam pemanfaatan layanan digital oleh nasabah.

Selain mengejar volume transaksi, BTN juga tengah menyiapkan sejumlah inovasi baru, termasuk layanan investasi digital seperti reksadana dan Surat Berharga Negara, implementasi QRIS Tap dan QRIS Transfer, serta layanan Tabungan Emas dan paylater. Inovasi tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital, meningkatkan pengalaman nasabah, dan memperkuat pertumbuhan bisnis digital BTN secara berkelanjutan.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang strategi BTN memperkuat fee based income, kami menyoroti upaya perseroan menggenjot pendapatan komisi di tengah tekanan biaya dana dan penyempitan margin bunga bersih. Artikel tersebut menjelaskan peran ekosistem digital Balé—termasuk Balé by BTN—serta penguatan kanal transaksi, bancassurance, dan wealth management sebagai penopang pertumbuhan nonbunga, seiring pendapatan komisi BTN yang naik hingga Mei 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.