Saham perbankan dan logam jadi pilihan selective buying pada awal pekan

Saham perbankan dan logam jadi pilihan selective buying pada awal pekan
Saham unggulan awal pekan

Perdagangan awal pekan mendorong investor untuk lebih selektif saat IHSG masih bergerak menguat namun menghadapi risiko aksi ambil untung jangka pendek. Fokus strategi diarahkan ke saham dengan momentum teknikal yang tetap positif, bukan mengejar kenaikan indeks secara menyeluruh.

Sorotan

  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) direkomendasikan speculative buy dengan target harga Rp1.945 karena munculnya sinyal akumulasi awal pekan ini.
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) diberikan rekomendasi speculative buy target Rp2.900, didukung prospek membaiknya sektor logam dan sentimen positif komoditas.
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mendapat rekomendasi trading buy target Rp600, memanfaatkan momentum dari sektor nikel dan kendaraan listrik.

Rekomendasi saham dan target harga

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai investor sebaiknya menerapkan selective buying pada awal pekan. Ia mengatakan pendekatan itu lebih tepat ketika peluang penguatan IHSG masih terbuka, tetapi tekanan profit taking jangka pendek tetap membayangi pasar.

Dalam rekomendasinya, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dinilai layak dicermati dengan rekomendasi speculative buy dan target harga Rp1.945. Saham ini didukung mulai munculnya sinyal akumulasi.

Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga dinilai menarik untuk speculative buy dengan target harga Rp2.900. Prospek sektor logam yang mulai membaik menjadi salah satu faktor pendukung saham tersebut.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turut direkomendasikan untuk trading buy dengan target harga Rp600. Saham ini masih berpotensi memperoleh sentimen positif dari industri nikel dan kendaraan listrik.

Dampak strategi bagi investor pasar modal

Rekomendasi ini menunjukkan pelaku pasar perlu memprioritaskan saham-saham dengan katalis sektoral dan dukungan teknikal yang jelas di tengah penguatan indeks yang tidak merata. Strategi selective buying juga dapat membantu investor mengelola risiko ketika sebagian pasar mulai memasuki fase ambil untung jangka pendek.

Dari sisi sektor, pilihan pada saham perbankan syariah, logam, dan material baterai mencerminkan perhatian pasar pada tema domestik dan komoditas yang masih memiliki momentum. Bagi investor ritel, pendekatan ini menekankan pentingnya disiplin pada level masuk dan target harga dibanding sekadar mengikuti arah umum IHSG.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pergerakan IHSG sepekan 29 Juni–3 Juli 2026, kami menyoroti bahwa indeks melemah 0,35% ke level 5.875 meski sejumlah saham masih mencatat kenaikan tajam. Kami juga mencatat pasar bergerak campuran dan rotasi minat investor tetap terjadi, sehingga peluang cuan lebih banyak muncul pada emiten tertentu ketimbang mengikuti arah indeks secara umum.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.