Budi Gadai Indonesia tambah cabang hingga akhir 2026 untuk perluas operasi pergadaian

Budi Gadai Indonesia tambah cabang hingga akhir 2026 untuk perluas operasi pergadaian
Ekspansi cabang Budi Gadai

Di tengah kebutuhan pembiayaan cepat yang masih tinggi, PT Budi Gadai Indonesia melanjutkan ekspansi jaringan cabang hingga akhir tahun ini. Perusahaan pergadaian swasta asal Sumatera Utara itu menargetkan total 12 pembukaan cabang sepanjang 2026 untuk memperluas jangkauan layanan dan menangkap peluang pasar yang dinilai masih besar.

Sorotan

  • Budi Gadai Indonesia menargetkan penambahan 12 kantor cabang selama 2026 sehingga total jaringan menjadi 46 kantor cabang pada akhir tahun.
  • Ekspansi cabang bertujuan menangkap peluang pasar pergadaian yang masih besar, terutama dari segmen belum terlayani layanan keuangan formal dan pelaku UMKM.
  • Penyaluran pembiayaan Budi Gadai Indonesia tumbuh 53,2% secara tahunan per Maret 2026, mencerminkan keberhasilan ekspansi jaringan dan peningkatan bisnis.

Rencana ekspansi cabang sepanjang 2026

Seperti dilaporkan KONTAN, Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring mengatakan perusahaan saat ini sudah memiliki 40 kantor cabang. Pada Semester I-2026, perseroan baru saja menambah 6 kantor cabang dan berencana menambah lagi 6 kantor cabang pada Semester II-2026.

Dengan rencana tersebut, perusahaan membuka 12 kantor cabang sepanjang 2026. Total jaringan Budi Gadai Indonesia hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai 46 kantor cabang, sesuai rencana bisnis perusahaan.

Peluang pasar dan fokus penguatan layanan

Menurut manajemen, penambahan kantor cabang bertujuan menangkap peluang pangsa pasar pergadaian yang masih sangat besar dan memiliki prospek baik. Permintaan didukung kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan aman, terutama bagi segmen yang belum terlayani layanan keuangan formal serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM.

Budiarto juga menilai peningkatan literasi masyarakat terhadap produk gadai menjadi peluang tambahan bagi pertumbuhan industri. Selain memperluas jangkauan layanan melalui cabang, perusahaan menyatakan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, memperkuat transformasi digital, serta menjaga tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik.

Di sisi kinerja, penyaluran pembiayaan Budi Gadai Indonesia tercatat tumbuh 53,2% secara tahunan per Maret 2026. Pertumbuhan itu menunjukkan ekspansi jaringan berjalan seiring dengan peningkatan bisnis pembiayaan perusahaan.

Fokus pembiayaan produktif untuk UMKM sempat kami ulas saat membahas permintaan modal kerja dan ekspansi usaha yang dinilai masih tinggi, meski porsi pembiayaan produktif di industri fintech lending menurun. Dalam artikel tersebut, Amartha menyoroti besarnya kebutuhan pendanaan UMKM dan menyampaikan telah menyalurkan pembiayaan kumulatif lebih dari Rp47 triliun kepada lebih dari 4 juta pelaku usaha, seiring pentingnya akses pembiayaan yang mudah dan produk yang sesuai siklus usaha.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.