KPK telusuri nilai dan asal 55 kg platinum sitaan dalam kasus Bupati Langkat

KPK telusuri nilai dan asal 55 kg platinum sitaan dalam kasus Bupati Langkat
KPK selidiki platinum Langkat

Penyidik antirasuah masih memeriksa temuan 55 kilogram logam yang diduga platinum setelah operasi tangkap tangan terhadap Bupati Langkat Syah Afandin di Jakarta. Temuan itu menambah daftar aset yang diamankan, selain uang tunai, valuta asing, dan dua rekening bank dengan total saldo miliaran rupiah.

Sorotan

  • KPK menyita 55 kilogram logam diduga platinum dari mobil Syah Afandin dan masih menelusuri asal serta keasliannya.
  • Selain logam, KPK juga mengamankan uang tunai Rp100 juta, valuta asing senilai sekitar Rp1,22 miliar, dan saldo dua rekening bank Rp2,27 miliar.
  • Kasus ini memperluas pengawasan proyek pengadaan langsung di daerah, dengan fokus pada sektor pendidikan dan perumahan Kabupaten Langkat.

Penyitaan barang bukti dan penelusuran KPK

Seperti dilaporkan Kompas.com, Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan 55 kilogram logam yang disita dari mobil Syah Afandin masih ditelusuri asal usulnya dan belum dipastikan keasliannya. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik akan mempelajari alasan logam tersebut berada dalam penguasaan bupati dan meminta tim ahli untuk memeriksa apakah kepingan itu benar merupakan platinum.

Dalam perkara yang sama, KPK telah menetapkan Syah Afandin dan Yaqub Abdhal Al Mu'arif sebagai tersangka setelah keduanya terjaring dalam OTT. Yaqub, yang disebut merupakan tim sukses Syah Afandin pada Pilkada 2024, diduga memperoleh 85 paket proyek pemerintah melalui mekanisme pengadaan langsung di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Langkat sepanjang 2025.

Selain logam seberat 55 kilogram itu, penyidik juga mengamankan uang tunai Rp100 juta yang ditemukan di dalam jok mobil saat OTT berlangsung. KPK turut menyita valuta asing dengan nilai sekitar Rp1,22 miliar serta dua rekening bank atas nama Syah Afandin dengan total saldo diperkirakan sekitar Rp2,27 miliar.

Dampak kasus bagi pengawasan proyek daerah

Kasus ini memperluas sorotan terhadap pengadaan langsung di pemerintah daerah, terutama karena dugaan proyek yang terkait mencakup sektor pendidikan dan perumahan. Nilai aset yang diamankan juga menunjukkan bahwa penyidik tidak hanya menelusuri dugaan suap proyek, tetapi juga potensi asal kekayaan lain yang belum terjelaskan.

Di luar aspek hukum, perhatian publik ikut tertuju pada klaim bahwa barang sitaan tersebut adalah platinum, logam mulia yang digunakan di industri kimia, alat medis, dan perhiasan. Dalam naskah sumber tidak ada valuasi resmi atas 55 kilogram logam itu, sehingga nilai ekonominya belum dapat dipastikan sampai keaslian dan jenis materialnya diverifikasi oleh ahli.

Dalam ulasan kami tentang gelombang OTT KPK terhadap kepala daerah, kami menyoroti bahwa kasus-kasus korupsi di level daerah kerap berulang karena biaya politik yang tinggi dan celah tata kelola. Kami juga mengulas pola yang sering muncul, mulai dari fee proyek hingga rente perizinan, serta pentingnya pembenahan desain pilkada agar tidak mendorong upaya mengembalikan biaya politik setelah menjabat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.