ASABRI bukukan laba bersih 2025 melonjak, ditopang hasil investasi
Kinerja keuangan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, atau ASABRI, menguat pada 2025 seiring perbaikan hasil investasi dan dukungan kondisi pasar modal. Perseroan juga mencatat pertumbuhan aset serta perbaikan posisi ekuitas, meski pendapatan asuransi bersih masih berada di area negatif.
Sorotan
- ASABRI membukukan laba bersih Rp 713,72 miliar pada 2025, melonjak 158,97% dari tahun sebelumnya, terutama didorong hasil investasi dan pasar modal.
- Hasil investasi ASABRI mencapai Rp 985,03 miliar di 2025, naik 56,82% year-on-year, dengan Yield on Investment 7,43%, atau naik 49,28% dari 2024.
- Aset tumbuh 12,23% menjadi Rp 55,97 triliun dan solvabilitas naik menjadi 321,12%, meski pendapatan asuransi bersih masih minus Rp 310 miliar.
Kinerja 2025 dan pendorong investasi
Seperti dilaporkan KONTAN, Direktur Utama PT ASABRI Jeffry Haryadi Manullang mengatakan dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR RI pada Rabu (8/7) bahwa laba bersih ASABRI pada 2025 mencapai Rp 713,72 miliar. Nilai itu meningkat 158,97% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 275,60 miliar.Ia mengatakan laba komprehensif yang dibukukan ASABRI mencapai Rp 529,94 miliar pada 2025, naik 222,02% dari Rp 164,57 miliar pada tahun sebelumnya. Menurut dia, kenaikan kinerja keuangan tersebut salah satunya dikontribusikan oleh hasil investasi yang kompetitif, dengan dukungan kondisi pasar modal.
ASABRI membukukan hasil investasi sebesar Rp 985,03 miliar pada 2025, naik 56,82% dari Rp 628,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Yield on Investment, atau YoI, tercatat 7,43%, meningkat 49,28% dari 4,94% pada 2024.
Jeffry juga menyebut kinerja positif itu dipicu penerapan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, atau PSAK, 109. Meski demikian, ia menegaskan dominasi perbaikan tetap berasal dari kinerja investasi dan situasi pasar modal.
Dampak pada aset, ekuitas, dan solvabilitas
Perseroan mencatat pertumbuhan aset 12,23% secara tahunan menjadi Rp 55,97 triliun pada 2025. Kenaikan aset tersebut terutama berasal dari peningkatan aset Akumulasi Iuran Pensiun, atau AIP, sebesar Rp 5 triliun.Di sisi permodalan, ekuitas membaik dari minus Rp 894 triliun pada tahun sebelumnya menjadi minus Rp 363 miliar pada 2025. Solvabilitas juga meningkat 157,97% secara tahunan menjadi 321,12%, menunjukkan penguatan kondisi keuangan perusahaan asuransi sosial milik negara tersebut.
Namun, ASABRI masih mencatat pendapatan asuransi bersih minus Rp 310 miliar pada 2025, atau turun 87,47% secara tahunan. Angka ini menunjukkan perbaikan laba perusahaan masih sangat bergantung pada kontribusi investasi di tengah tekanan pada pendapatan inti asuransi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja PT Taspen (Persero) pada 2025, kami mencatat perusahaan tetap membukukan laba meski terjadi ketidakseimbangan antara iuran/premi dan beban klaim. Hasil investasi menjadi penopang utama profitabilitas, sementara Taspen juga membentuk cadangan impairment besar terkait obligasi BUMN karya sebagai langkah kehati-hatian untuk menjaga ketahanan neraca.
Berita LPS Terbaru
- Forex
- Crypto