BRI dorong take over KPR dengan bunga mulai 3% hingga tenor 25 tahun

BRI dorong take over KPR dengan bunga mulai 3% hingga tenor 25 tahun
Take Over KPR Bunga 3%

Di tengah perhatian pasar terhadap upaya menekan beban cicilan perumahan, BRI menawarkan program take over KPR bagi nasabah yang masih memiliki kredit aktif di bank lain. Penawaran ini mencakup bunga spesial mulai 3% fixed 1 tahun, opsi tambahan dana, dan tenor hingga 25 tahun untuk segmen nasabah tertentu.

Sorotan

  • BRI menawarkan program KPR Take Over dengan bunga mulai 3,00% fixed 1 tahun dan tenor fleksibel hingga 25 tahun, berlaku sampai 31 Juli 2026.
  • Nasabah segmen BRI Prioritas dan BRI Private mendapat insentif bebas biaya provisi dan administrasi, serta opsi top up dana tambahan berdasarkan analisis agunan.
  • Program ini menambah persaingan antar bank untuk menarik portofolio KPR eksisting melalui promosi bunga, tenor panjang, dan biaya awal ringan di tengah wacana regulasi KPR 40 tahun.

Skema penawaran dan periode program

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, program BRI KPR Take Over ditujukan untuk nasabah yang ingin memindahkan kredit rumah dari bank lain dengan skema pembiayaan yang dinilai lebih kompetitif. BRI menawarkan suku bunga spesial mulai 3,00% fixed 1 tahun bagi nasabah Layanan Nasabah Prima, nasabah payroll perusahaan kerja sama BRI, serta nasabah BRI Group.

Selain bunga awal tersebut, bank juga menyediakan pilihan skema fixed rate, bunga berjenjang, dan fixed all tenor. Program ini juga membuka fasilitas take over top up, yang memungkinkan nasabah memperoleh tambahan dana berdasarkan analisis agunan dan kemampuan finansial.

Untuk segmen BRI Prioritas dan BRI Private, perseroan memberikan tambahan insentif berupa bebas biaya provisi dan biaya administrasi. Penawaran suku bunga 3,00% eff.p.a fixed 1 tahun berlaku hingga 31 Juli 2026.

Dampak bagi debitur dan pasar pembiayaan rumah

Secara operasional, BRI menempatkan fleksibilitas tenor sebagai salah satu daya tarik utama dengan pilihan jangka waktu hingga 25 tahun bagi nasabah fixed income. Opsi ini memberi ruang bagi debitur untuk menyesuaikan arus kas bulanan dan berpotensi menurunkan tekanan cicilan dibanding skema kredit sebelumnya.

Program ini tidak hanya mencakup rumah tapak, tetapi juga apartemen, rumah susun, ruko, dan rukan. Untuk mengakses fasilitas tersebut, kredit KPR di bank asal harus sudah berjalan minimal 1 tahun dan debitur perlu memiliki riwayat pembayaran yang lancar tanpa tunggakan.

Bagi pasar pembiayaan perumahan, promosi take over semacam ini mencerminkan persaingan bank dalam menarik portofolio kredit pemilikan rumah yang sudah berjalan. Di saat pemerintah juga menyiapkan regulasi KPR tenor 40 tahun, penawaran bunga, tenor, dan biaya awal yang lebih ringan berpotensi menjadi faktor penting dalam keputusan nasabah memindahkan pinjaman.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penurunan cost of fund BRI pada kuartal I-2026, kami membahas bagaimana dominasi dana murah (CASA) yang naik menjadi 68,07% membantu menekan biaya dana ke 2,33% dan menopang profitabilitas. Kami juga menyoroti bahwa efisiensi struktur pendanaan dan dorongan transaksi digital memberi ruang bagi BRI untuk meningkatkan daya saing dalam penyaluran kredit di tengah persaingan perbankan yang ketat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.