ASABRI membukukan rugi Rp 403 miliar hingga Mei 2026 akibat tekanan hasil investasi
Pelemahan pasar modal pada paruh pertama 2026 menekan kinerja keuangan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, atau ASABRI, hingga berbalik rugi pada Mei. Tekanan tersebut turut memangkas hasil investasi, menekan pendapatan asuransi, dan mendorong ekuitas perseroan ke posisi negatif.
Sorotan
- ASABRI mencatat rugi Rp 403 miliar dan rugi komprehensif Rp 641 miliar per Mei 2026 akibat tekanan hasil investasi.
- Hasil investasi ASABRI turun 87,75% year to date menjadi Rp 416 miliar per Mei 2026 dari Rp 3,43 triliun sepanjang 2025, sementara pendapatan asuransi turun 57,3% year to date.
- Aset ASABRI turun 0,18% year to date ke Rp 55,87 triliun dan liabilitas naik 0,98% year to date ke Rp 56,88 triliun per Mei 2026, sehingga ekuitas menjadi minus Rp 1 triliun.
Tekanan pasar menekan kinerja hingga Mei 2026
Seperti dilaporkan KONTAN, PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, atau ASABRI, menyampaikan bahwa perseroan mencatat rugi Rp 403 miliar per Mei 2026. Direktur Utama ASABRI Jeffry Haryadi Manullang juga mengatakan rugi komprehensif perusahaan tercatat Rp 641 miliar dalam periode yang sama.Dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR RI pada Rabu, 8 Juli 2026, Jeffry menjelaskan salah satu pemicu kerugian adalah tekanan nilai pasar investasi yang membuat hasil investasi ikut tertekan. Ia menyebut selama Januari 2026 hingga Juni 2026 terjadi penurunan pasar modal yang sangat tajam dan sempat menyentuh di bawah level 6.000, sehingga nilai aset investasi turun dan harus dibukukan sebagai penurunan hasil investasi.
Berdasarkan paparan perusahaan, hasil investasi ASABRI turun 87,75% secara year to date dari Rp 3,43 triliun sepanjang 2025 menjadi Rp 416 miliar hingga Mei 2026. Pendapatan asuransi juga tercatat sebesar Rp 795 miliar per Mei 2026, turun 57,3% secara year to date.
Dampak pada neraca dan langkah pengelolaan likuiditas
Di sisi neraca, nilai aset ASABRI mencapai Rp 55,87 triliun per Mei 2026, turun 0,18% secara year to date. Pada saat yang sama, liabilitas tercatat Rp 56,88 triliun, atau meningkat 0,98% secara year to date, yang membuat ekuitas turun menjadi minus Rp 1 triliun.Jeffry mengatakan penurunan ekuitas terutama dipengaruhi oleh rugi komprehensif yang dibukukan perusahaan sampai Mei 2026. Menurut dia, ASABRI terus memperbaiki tata kelola dan menempatkan dana investasi pada instrumen yang prudent untuk menjaga likuiditas tetap aman serta menyelaraskan jatuh tempo aset dan kewajiban.
Perseroan menyatakan langkah itu ditujukan agar tidak terjadi mismatch antara kewajiban yang jatuh tempo dan aset yang bisa dicairkan. ASABRI juga berharap dalam jangka panjang masih dapat menutup seluruh kewajibannya dalam batas tertentu.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja ASABRI pada 2025, kami menyoroti penguatan laba yang terutama ditopang perbaikan hasil investasi seiring dukungan pasar modal. Saat itu, aset dan solvabilitas meningkat serta posisi ekuitas membaik, meski pendapatan asuransi bersih masih negatif sehingga kinerja tetap sangat bergantung pada kontribusi investasi.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto