Allo Bank catat pengguna BNPL 2,3 juta, dorong pertumbuhan kredit ritel digital

Allo Bank catat pengguna BNPL 2,3 juta, dorong pertumbuhan kredit ritel digital
2,3 Juta Pengguna BNPL

Di tengah tekanan daya beli, layanan buy now pay later tetap menjadi penopang utama pertumbuhan kredit ritel digital PT Allo Bank Indonesia Tbk. Basis pengguna BNPL bank ini kini melampaui 2,3 juta, sementara outstanding pembiayaannya masih tumbuh lebih dari 20% secara tahunan.

Sorotan

  • Allo Bank mencatat pengguna BNPL mencapai 2,3 juta, didorong oleh proses digital, persetujuan cepat, dan integrasi aplikasi hingga akhir 2023.
  • Strategi ekspansi BNPL Allo Bank fokus pada peningkatan jumlah nasabah aktif, penambahan merchant, serta diversifikasi penggunaan dalam ekosistem digitalnya.
  • Allo Bank menerapkan underwriting berbasis data dan pemantauan portofolio real-time untuk menjaga kualitas aset dan memastikan pertumbuhan BNPL berkelanjutan.

Pertumbuhan BNPL dan strategi ekspansi

Seperti dilaporkan KONTAN, Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan pertumbuhan BNPL didorong bukan hanya oleh kemudahan akses, tetapi juga oleh proses pengajuan yang sepenuhnya digital, persetujuan cepat, dan integrasi langsung dengan aplikasi. Ia menilai semakin luasnya penggunaan BNPL untuk berbagai kebutuhan transaksi harian ikut memperkuat penerimaan masyarakat terhadap produk tersebut.

Menurut Destya, fleksibilitas dalam mengelola arus kas menjadi salah satu alasan masyarakat memanfaatkan layanan BNPL, terutama saat kondisi daya beli masih menghadapi tantangan. Hingga akhir tahun, Allo Bank tetap optimistis bisnis BNPL mencatat pertumbuhan positif, ditopang kenaikan jumlah nasabah aktif, bertambahnya merchant dan variasi penggunaan dalam ekosistem Allo Bank, serta tren transaksi digital yang terus meningkat.

Bank juga berencana terus mengembangkan fitur dan layanan yang dinilai semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Arah ini menunjukkan BNPL masih menjadi salah satu produk inti dalam penguatan bisnis kredit ritel digital perseroan.

Fokus kualitas aset dan pertumbuhan berkelanjutan

Meski prospeknya tetap positif, Allo Bank mulai mencermati sikap nasabah yang kini semakin selektif dalam menggunakan fasilitas pembiayaan. Karena itu, perseroan menekankan prinsip kehati-hatian dalam pengembangan bisnis BNPL agar ekspansi tidak mengorbankan kualitas portofolio.

Langkah yang ditempuh antara lain underwriting berbasis data, pengelolaan limit sesuai profil risiko masing-masing nasabah, serta pemantauan portofolio secara real-time. Menurut manajemen, pendekatan ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

Destya menegaskan fokus Allo Bank bukan semata mengejar pertumbuhan volume pembiayaan. Bank ingin memastikan pertumbuhan bisnis BNPL berlangsung sehat dan berkelanjutan, dengan kualitas portofolio sebagai fondasi utama bagi ekspansi jangka panjang.

Kemitraan strategis fintech dan perbankan di ekosistem keuangan digital Indonesia menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, berdasarkan temuan survei AFTECH 2025–2026. Kami menulis bahwa mayoritas pelaku fintech sudah bermitra aktif dan banyak yang menempatkan bank sebagai mitra utama untuk memperluas distribusi, memanfaatkan infrastruktur, serta memperkuat kepatuhan dan manajemen risiko—faktor yang juga relevan saat bank memperluas layanan BNPL secara hati-hati.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.