AFTECH catat bank jadi mitra strategis utama fintech dalam ekosistem keuangan digital

AFTECH catat bank jadi mitra strategis utama fintech dalam ekosistem keuangan digital
Bank & fintech kunci ekosistem

Kolaborasi antara perusahaan fintech dan perbankan di Indonesia kini semakin menguat seiring berkembangnya layanan keuangan digital. Survei anggota AFTECH 2025-2026 menunjukkan mayoritas pelaku fintech aktif bermitra, dengan bank menjadi mitra strategis utama bagi sebagian besar responden.

Sorotan

  • Survei Annual Member Survey 2025-2026 AFTECH menunjukkan 81% anggota sudah bermitra aktif, dan 62% mengutamakan bank sebagai mitra strategis.
  • Bank berperan penting mendukung fintech melalui perluasan distribusi, pemanfaatan infrastruktur, penguatan kepatuhan regulasi, dan manajemen risiko di ekosistem digital.
  • AFTECH menilai kualitas tata kelola, perlindungan konsumen, dan manajemen risiko kunci kolaborasi bank-fintech yang mendukung layanan keuangan inklusif dan pertumbuhan sektor riil.

Hasil survei AFTECH dan pola kemitraan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Asosiasi Fintech Indonesia menyatakan tren hubungan fintech dan perbankan kini bergerak ke arah yang semakin komplementer, bukan saling bersaing. Dalam konferensi pers Indonesia Digital Bank Summit 2026, Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto mengatakan temuan itu terlihat dalam Annual Member Survey 2025-2026 yang dilakukan kepada anggota asosiasi.

Hasil survei menunjukkan 81% anggota AFTECH telah menjalani kemitraan aktif dengan berbagai pihak. Dari jumlah itu, 62% responden menyebut perbankan sebagai mitra strategis utama, sementara sisanya bermitra dengan penyedia layanan pembayaran, dokumen elektronik, e-commerce, dan penyedia layanan lainnya.

Firlie menyatakan temuan tersebut menegaskan bahwa hubungan antara fintech dan perbankan semakin saling melengkapi. Bank kini berperan membantu fintech memperluas distribusi layanan, memanfaatkan infrastruktur keuangan yang sudah mapan, memperkuat kepatuhan regulasi, dan mendukung manajemen risiko.

Dampak bagi industri keuangan digital Indonesia

AFTECH menilai keberhasilan kolaborasi ke depan tidak hanya ditentukan oleh besarnya skala bisnis. Asosiasi itu menekankan pentingnya kualitas tata kelola, perlindungan konsumen, dan manajemen risiko yang diterapkan oleh seluruh pelaku industri.

Melalui penguatan sinergi antara bank dan fintech, industri diharapkan dapat menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif. Kolaborasi ini juga dipandang berpotensi mendorong pertumbuhan sektor riil di tengah perluasan ekosistem keuangan digital di Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang konsolidasi BPR dan BPRS, kami mengulas dorongan OJK untuk memperkuat permodalan dan skala usaha melalui penggabungan bank, dengan 81 BPR/BPRS disetujui menjadi 24 entitas hingga akhir Juni 2026 dan ratusan lainnya masih berproses. OJK juga menekankan sinergi BPR/BPRS dengan BPD di daerah guna memperbaiki tata kelola serta memperkuat penyaluran kredit mikro dan daya tahan industri perbankan regional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.