Ashutosh Sureka

AFTECH nilai QRIS perkuat posisi fintech Indonesia di ASEAN

AFTECH nilai QRIS perkuat posisi fintech Indonesia di ASEAN
QRIS dorong fintech ASEAN

Industri fintech Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang seiring meluasnya penggunaan layanan keuangan digital dalam transaksi harian. Perkembangan itu terlihat dari dominasi QRIS di sistem pembayaran domestik dan meningkatnya perhatian negara tetangga terhadap standar yang digunakan Indonesia.

Sorotan

  • AFTECH melaporkan pengguna QRIS tumbuh pesat dan kini QRIS menjadi metode pembayaran dominan di Indonesia pada 2026.
  • Standar QRIS mulai diadopsi negara tetangga, menempatkan sistem pembayaran ini sebagai barometer di tingkat ASEAN.
  • Salah satu dompet digital Indonesia telah mencapai sekitar 100 juta pengguna, menandakan tingginya penerimaan layanan fintech nasional.

QRIS dan adopsi layanan jadi penanda kematangan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Asosiasi Fintech Indonesia, AFTECH, menilai kemajuan sektor ini tercermin dari percepatan adopsi keuangan digital serta inovasi pembayaran yang mulai diperhatikan di kawasan. Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, mengatakan pengguna QRIS tumbuh pesat dan kini menjadikan sistem tersebut sebagai metode pembayaran yang dominan di Indonesia.

Dalam Konferensi Pers Indonesia Digital Bank Summit 2026 pada Selasa, 7 Juli 2026, Firlie menyatakan standar QRIS mulai diadopsi oleh sejumlah negara tetangga. Menurut dia, perkembangan itu menempatkan QRIS sebagai salah satu barometer sistem pembayaran di ASEAN.

Selain pada sistem pembayaran, AFTECH juga melihat kematangan industri dari tingginya penggunaan dompet digital. Firlie menyebut salah satu platform dompet digital Indonesia kini memiliki sekitar 100 juta pengguna, menandakan layanan fintech semakin diterima masyarakat sebagai bagian dari aktivitas transaksi sehari-hari.

Peran regional Indonesia dalam ekosistem fintech

AFTECH juga menyoroti posisi Indonesia yang semakin strategis di Asia Tenggara. Firlie mengatakan Indonesia merupakan salah satu pendiri ASEAN Fintech Alliance dan hingga kini terus menjalin komunikasi dengan pelaku fintech di tingkat regional.

Posisi tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga ikut membentuk arah pengembangan ekosistem fintech kawasan. Bagi industri keuangan digital, perluasan pengaruh standar pembayaran dan besarnya basis pengguna domestik dapat memperkuat daya saing pelaku fintech Indonesia di ASEAN.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang pembahasan perluasan penggunaan QRIS di India, Indonesia dan India menempatkan konektivitas pembayaran lintas negara sebagai salah satu agenda utama kerja sama ekonomi. Pertemuan bilateral itu juga menegaskan dorongan untuk mempercepat perundingan dagang serta peninjauan AITIGA, yang diproyeksikan memperlancar arus barang dan layanan di kawasan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.