Polda Metro Jaya sita hampir Rp 67 miliar dalam penggeledahan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di Jakarta
Penggeledahan di restoran dan money changer di Cipete, Jakarta Selatan, memperluas penyidikan dugaan korupsi, pencucian uang, dan suap yang terkait sejumlah perkara besar pada periode 2020 hingga 2025. Operasi pada Rabu itu juga mencakup 10 lokasi lain di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sementara penyitaan di Bogor disebut mencapai ratusan miliar rupiah dalam bentuk uang dan emas.
Sorotan
- Polda Metro Jaya menyita hampir Rp 67 miliar dalam penggeledahan terkait kasus korupsi dan pencucian uang di Jakarta Selatan dan Bogor.
- Barang bukti di Restoran de Clan dan Koin Money Changer meliputi 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar Amerika Serikat, Rp 259.159.000, dan Rp 7,2 miliar dari 16 jenis mata uang.
- Penyidikan skala luas melibatkan sedikitnya 12 lokasi, mengindikasikan peningkatan pengawasan transaksi lintas mata uang dan potensi dampak bagi sektor keuangan.
Rincian penggeledahan dan penyitaan barang bukti
Seperti dilaporkan Kompas.com, polisi menggeledah Restoran de Clan dan Koin Money Changer di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, mulai sekitar pukul 11.30 WIB dengan pengamanan ketat aparat bersenjata. Tiga pegawai restoran dibawa untuk diperiksa sebagai saksi, sementara uang dalam berbagai mata uang dan dokumen dimasukkan ke koper untuk dibawa ke Mapolda Metro Jaya.Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan penggeledahan dilakukan dalam penyidikan dua laporan polisi terkait dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang, dan dugaan suap. Ia merinci laporan itu berkaitan dengan proses penanganan hukum PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya dalam kurun waktu 2020 hingga 2025, serta dugaan korupsi dan TPPU dalam proses penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNI yang diduga melibatkan penyelenggara negara pada periode yang sama.
Setelah menggeledah lantai dua restoran, polisi menemukan brankas yang tersimpan di balik lemari kayu, bersama dokumen, dua brankas kecil, dan beberapa koper. Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan temuan di restoran meliputi 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar Amerika Serikat, dan Rp 259.159.000, yang setelah dikonversi nilainya hampir Rp 60 miliar.
Di lokasi money changer yang berada di samping restoran, polisi juga menyita Rp 7,2 miliar dari 16 jenis mata uang serta 71 barang bukti lain. Lokasi itu diduga digunakan sebagai tempat pencucian uang dalam perkara yang sedang disidik.
Dampak perkara terhadap penegakan hukum dan sektor keuangan
Penggeledahan serentak di sedikitnya 12 titik menunjukkan skala penyidikan yang lebih luas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Selain operasi di Jakarta Selatan, polisi juga menyebut penyitaan uang dan emas di Bogor mencapai ratusan miliar rupiah, menandakan besarnya dugaan aliran dana yang sedang ditelusuri.Perkara ini menyentuh dugaan korupsi pada proses penanganan hukum dan penyelesaian pembayaran antarperusahaan, sehingga berpotensi memperbesar pengawasan terhadap transaksi lintas mata uang dan aktivitas penukaran uang. Pada saat yang sama, rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dijaga ketat aparat TNI, menambah perhatian publik terhadap sensitivitas kasus dan implikasinya bagi penegakan hukum.
Penggeledahan polisi di restoran de Clan dan money changer di Cipete sebelumnya kami soroti sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi dan pencucian uang yang dikaitkan dengan PLN, Asabri, dan Krakatau Steel. Dalam laporan itu, penyidik menyita uang dan dokumen bernilai hampir Rp60 miliar dari restoran serta Rp7,2 miliar dari money changer, sekaligus membawa brankas, ponsel, dan memeriksa saksi untuk memperkuat pembuktian.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto