BTN gandeng BPS untuk pertajam pembiayaan perumahan di Indonesia

BTN gandeng BPS untuk pertajam pembiayaan perumahan di Indonesia
BTN-BPS perluas pembiayaan rumah

Di tengah backlog kepemilikan rumah yang masih tinggi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memanfaatkan data statistik nasional untuk memperluas akses pembiayaan rumah yang lebih terarah. Langkah ini juga menopang Program 3 Juta Rumah dengan pemetaan kebutuhan hunian berdasarkan lokasi, profil sosial ekonomi, dan kemampuan beli masyarakat.

Sorotan

  • BTN menandatangani nota kesepahaman dengan BPS pada 9 Juli 2026 untuk pemanfaatan data statistik nasional dan layanan perbankan.
  • Kerja sama ini bertujuan meningkatkan ketepatan penyaluran KPR dengan data masyarakat yang belum memiliki rumah, tingkat penghasilan, serta demografi.
  • BTN mencatat backlog kepemilikan rumah sebesar 9,9 juta unit dan kebutuhan rumah baru 700–800 ribu unit per tahun, mendukung target Program 3 Juta Rumah.

Kerja sama data untuk penyaluran KPR

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, BTN menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pusat Statistik mengenai penyediaan data dan informasi statistik serta pemanfaatan jasa layanan perbankan. Kesepakatan itu mencakup pemanfaatan data statistik nasional, termasuk data by name by address, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kebutuhan akan data yang akurat menjadi faktor penting untuk mendukung penyaluran pembiayaan perumahan yang lebih tepat sasaran. Ia menyatakan data yang lebih baik mengenai masyarakat yang belum memiliki rumah, tingkat penghasilan, dan demografi dibutuhkan agar pembiayaan semakin terarah.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Nixon bersama Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta pada Kamis, 9 Juli 2026. Melalui kerja sama ini, BTN berupaya memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan perumahan masyarakat di berbagai wilayah.

Dampak bagi program perumahan nasional

BTN menyatakan Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan rumah sekitar 9,9 juta unit. Pada saat yang sama, kebutuhan rumah baru mencapai sekitar 700 ribu hingga 800 ribu unit setiap tahun.

Menurut perseroan, kondisi itu menjadikan pembiayaan yang tepat sasaran sebagai salah satu kunci keberhasilan Program 3 Juta Rumah. Pemanfaatan data BPS diharapkan membantu bank menilai kebutuhan perumahan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, kemampuan beli, hingga potensi permintaan pembiayaan di tiap daerah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang program take over KPR BRI, kami mengulas penawaran bunga spesial mulai 3% fixed 1 tahun, tenor hingga 25 tahun, serta opsi top up untuk nasabah yang memindahkan KPR dari bank lain. Kami juga menyoroti bagaimana promo bunga, fleksibilitas tenor, dan keringanan biaya awal memperketat persaingan antarbank dalam menarik portofolio KPR eksisting di tengah wacana regulasi tenor KPR yang lebih panjang.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.