Rupiah melemah ke Rp18.128 per U.S. dolar di tengah eskalasi Timur Tengah dan percepatan APBN

Rupiah melemah ke Rp18.128 per U.S. dolar di tengah eskalasi Timur Tengah dan percepatan APBN
Rupiah anjlok di pasar

Tekanan terhadap pasar valuta asing Indonesia berlanjut pada penutupan perdagangan Kamis, saat rupiah kembali turun ke kisaran Rp18.000 per U.S. dolar. Pelemahan ini terjadi di tengah gabungan sentimen eksternal dari konflik Timur Tengah dan faktor domestik yang dikaitkan dengan percepatan pelaksanaan APBN 2026.

Sorotan

  • Rupiah melemah 0,63% ke Rp18.128 per U.S. dolar pada Kamis (9/7/2026) akibat tekanan eksternal dan internal.
  • Konflik U.S.-Iran, serangan kapal di Selat Hormuz, serta revisi risiko asuransi pelayaran mendorong tekanan pasar dan kekhawatiran rantai pasok energi.
  • Risalah The Fed bulan Juni yang kurang dovish dan percepatan belanja APBN 2026 menambah sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah.

Pemicu pelemahan kurs pada perdagangan Kamis

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, rupiah ditutup melemah 0,63% atau 114 poin ke level Rp18.128 per U.S. dolar pada Kamis (9/7/2026), dari penutupan sebelumnya di Rp18.014 per U.S. dolar.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, ia menyoroti memanasnya kembali konflik U.S.-Iran, setelah Presiden U.S. Donald Trump mengancam serangan baru terhadap Iran menyusul serangan pada Rabu malam.

Dalam risetnya, Ibrahim menulis serangan terbaru U.S. disebut sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Serangan itu mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran dan menyebabkan sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik, sementara Iran menyatakan telah menyerang situs militer U.S. di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan sebelumnya terhadap infrastruktur.

Ia juga menilai sentimen pasar dipengaruhi oleh risalah rapat The Fed bulan Juni yang dirilis Rabu. Risalah itu dinilai kurang dovish dari perkiraan pasar, memperlihatkan pembuat kebijakan masih terbelah mengenai perlunya kenaikan suku bunga tahun ini, di tengah kekhawatiran atas inflasi yang tetap kaku.

Dampak sentimen global dan fiskal domestik

Ketegangan di kawasan Teluk juga memicu kekhawatiran baru di jalur energi dan pelayaran global. Sumber industri asuransi pada Rabu menyebut beberapa perusahaan asuransi perang menyarankan perusahaan pelayaran menghentikan sementara pelayaran melalui Selat Hormuz, sementara sebagian lain meninjau ulang ketentuan polis setelah serangan kapal Iran kembali terjadi.

Menurut Ibrahim, faktor domestik juga menambah tekanan terhadap rupiah, terutama pelaksanaan APBN yang lebih cepat pada semester pertama 2026. Ia menyebut APBN 2026 tetap dirancang sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung delapan agenda prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan, ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis, pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan desa, pemberdayaan koperasi dan UMKM, penguatan pertahanan, serta percepatan investasi dan perdagangan global.

Dalam kerangka tersebut, APBN juga menjalankan fungsi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat fondasi pertumbuhan nasional. Kombinasi tekanan geopolitik global, arah kebijakan suku bunga U.S., dan dinamika belanja negara domestik membuat pasar tetap mencermati risiko lanjutan terhadap nilai tukar rupiah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan harga minyak akibat eskalasi AS–Iran dan risiko Selat Hormuz, kami membahas bagaimana Brent dan WTI berbalik melemah setelah reli tajam yang dipicu serangan baru AS terhadap Iran. Kami juga menyoroti bahwa pasar masih memasang premi geopolitik karena kekhawatiran gangguan pasokan, asuransi kapal tanker, dan biaya pengiriman jika ketegangan di jalur energi utama itu berlanjut.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.