Investor Bank Jago dan BFI Finance kaji opsi merger di Indonesia
Kelompok investor yang dipimpin Jerry Ng sedang menelaah opsi strategis atas kepemilikan mereka di PT Bank Jago Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk. Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah penggabungan kedua emiten, yang berpotensi membentuk entitas dengan nilai pasar sekitar Rp25 triliun.
Sorotan
- Opsi merger antara Bank Jago dan BFI Finance sedang dikaji bersama Goldman Sachs, tanpa keputusan final dan belum ada konfirmasi resmi dari perusahaan.
- Jerry Ng menguasai sekitar 51% saham BFI Finance melalui Trinugraha Capital & Co serta 30% saham Bank Jago, dengan pemilik saham besar lain termasuk Northstar Group dan GIC Pte.
- Setelah rumor penjualan saham mencuat pada April 2026, saham BFI Finance melonjak hingga 25% dalam sehari dan kapitalisasi pasarnya kini sekitar Rp11,4 triliun, sementara saham Bank Jago turun 50% hingga kapitalisasi pasar Rp13,7 triliun.
Opsi strategis dan tanggapan perusahaan
KONTAN Indonesia melaporkan kajian itu turut didampingi Goldman Sachs Group Inc, dengan pembahasan yang masih berjalan dan belum menghasilkan keputusan final. Sejumlah sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut opsi yang sedang dikaji mencakup merger Bank Jago dan BFI Finance, sementara sejumlah bank asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia juga disebut berpotensi tertarik pada kedua perusahaan itu.
Bank Jago menyatakan tidak memberikan komentar atas spekulasi pasar dan menegaskan tidak memiliki informasi yang dapat disampaikan terkait kemungkinan merger dengan BFI Finance maupun pendekatan dari lembaga keuangan atau investor asing. Namun perseroan mengatakan kerja sama dengan BFI Finance saat ini tetap merupakan kolaborasi bisnis strategis yang sudah berjalan.
Di pihak lain, juru bicara BFI Finance, Dian Fahmi, mengatakan perseroan tidak berada dalam posisi untuk mengomentari aktivitas maupun keputusan para pemegang sahamnya. Ia juga menyebut tidak ada informasi material baru yang dapat disampaikan kepada publik, sementara Goldman Sachs menolak berkomentar dan Jerry Ng belum menanggapi permintaan konfirmasi.
Struktur kepemilikan dan implikasi pasar
Mengacu pada data perusahaan, kepemilikan Jerry Ng di BFI Finance dilakukan melalui Trinugraha Capital & Co, yang menguasai sekitar 51% saham BFI Finance. Di Bank Jago, Jerry Ng memegang sekitar 30% saham, dengan pemegang saham lain antara lain GIC Pte dari Singapura, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, serta salah satu pendiri Northstar, Patrick Walujo.Pemegang saham Trinugraha Capital juga mencakup perusahaan private equity Northstar Group dan pengusaha tambang Garibaldi Thohir. Sebelumnya, Mergermarket pada April 2026 melaporkan bahwa pemegang saham pengendali BFI Finance sedang mengeksplorasi opsi penjualan sebagian kepemilikan dan telah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat keuangan.
Setelah kabar itu muncul, saham BFI Finance sempat melonjak hingga 25% pada 16 April 2026, yang menjadi kenaikan harian terbesar sejak 2010. Meski kemudian terkoreksi dari puncaknya, kapitalisasi pasar BFI Finance masih berada di sekitar Rp11,4 triliun dengan saham menguat sekitar 8% sepanjang tahun ini, sedangkan kapitalisasi pasar Bank Jago berada di kisaran Rp13,7 triliun setelah harga sahamnya melemah sekitar 50% sepanjang tahun berjalan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pembaruan daftar High Shareholding Concentration (HSC) oleh Bursa Efek Indonesia, kami membahas evaluasi rutin BEI terhadap emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi pada awal Juli 2026. BEI menegaskan masuknya emiten ke daftar HSC bukan sanksi, melainkan pembinaan untuk mendorong transparansi dan keterbukaan informasi, dengan peluang bagi perusahaan untuk memperbaiki struktur kepemilikan hingga dapat dikeluarkan dari daftar.
Berita STERIS plc Terbaru
- Forex
- Crypto