Kadin Indonesia dorong penguatan rantai pasok dalam forum diplomatik ekonomi Jakarta
Di tengah ketidakpastian global, Kamar Dagang dan Industri Indonesia menggelar forum diplomatik ekonomi di Jakarta untuk membahas prospek ekonomi nasional bersama pemerintah, pelaku usaha, dan perwakilan asing. Forum ini dihadiri peserta dari 67 negara dan 34 duta besar, menandai tingginya perhatian komunitas diplomatik terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Sorotan
- Kadin Indonesia menggelar Kadin Diplomatic Economic Breakfast pada 10 Juli 2026, diikuti 67 negara dan 34 duta besar membahas prospek ekonomi nasional.
- Pemerintah menegaskan tantangan utama berasal dari konflik geopolitik Ukraina dan Selat Hormuz serta disrupsi teknologi seperti artificial intelligence.
- Fokus penguatan rantai pasok menjadi strategi utama Indonesia untuk menjaga ketahanan ekonomi dan stabilitas pasokan di tengah risiko global.
Forum dialog ekonomi dan agenda rantai pasok
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Kadin Indonesia menggelar Kadin Diplomatic Economic Breakfast di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat pagi, 10 Juli 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kegiatan itu menjadi forum dialog antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas diplomatik untuk membahas prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.Dalam sambutannya, Airlangga mengatakan antusiasme komunitas diplomatik terlihat dari keikutsertaan 67 negara dan kehadiran langsung 34 duta besar. Menurut dia, forum tersebut memberi ruang bagi pemerintah untuk menyampaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Dampak global dan fokus ketahanan ekonomi
Airlangga menilai tantangan global saat ini datang dari konflik geopolitik yang belum mereda, termasuk di Ukraina dan kawasan Selat Hormuz, serta dari disrupsi teknologi seperti artificial intelligence, AI. Dalam kondisi itu, ia menekankan Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonomi, terutama yang terkait dengan rantai pasok.Penekanan pada penguatan rantai pasok menunjukkan fokus pemerintah terhadap ketahanan ekonomi dan kedaulatan pangan di tengah tekanan eksternal. Bagi kalangan usaha dan mitra diplomatik, arah ini menjadi sinyal bahwa Indonesia berupaya menjaga stabilitas pasokan dan daya tahan ekonomi domestik saat risiko global masih berlangsung.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang keberhasilan kapal tanker Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz, kami membahas bagaimana Pertamina menjaga kelangsungan impor minyak mentah di tengah ketegangan geopolitik. Artikel itu menyoroti pengamanan ketat, pemantauan 24 jam, serta peran muatan sekitar 2 juta barel bagi operasional Kilang Cilacap dan ketahanan energi nasional.
Berita Wheat Terbaru
- Forex
- Crypto