Indonesia pertahankan prospek ekonomi saat rupiah kembali ke kisaran Rp18.000 per U.S. dolar
Pergerakan rupiah kembali ke kisaran Rp18.000 per U.S. dolar terjadi di tengah perhatian pasar terhadap ketahanan fundamental ekonomi Indonesia pada paruh pertama tahun ini. Pada penutupan perdagangan Jumat, mata uang tersebut menguat 63 poin, atau sekitar 0,35 persen, ke level Rp18.065 per U.S. dolar, sementara pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan, dan inflasi tetap terjaga.
Sorotan
- Rupiah kembali ke kisaran Rp18.000 per U.S. dolar meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di 5,61 persen dan neraca perdagangan positif hingga semester pertama 2026.
- Defisit neraca dagang Juni dipicu lonjakan harga impor BBM global, sementara ekspor kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy stabil dibanding Mei.
- Pemerintah fokus menjaga inflasi pada 2,5 persen plus minus 1 persen dan menyiapkan insentif industri kimia berupa rencana pembebasan bea impor bahan baku plastik.
Indikator makro dan tekanan impor energi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan sejumlah indikator yang mempengaruhi rupiah masih terjaga, termasuk pertumbuhan ekonomi dan neraca perdagangan selama enam bulan pertama tahun ini. Usai agenda KADIN Diplomatic Economic Breakfast di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi masih baik di 5,61 persen dan neraca perdagangan year to date tetap positif.Airlangga menambahkan defisit neraca dagang pada Juni dipengaruhi lonjakan harga impor BBM di pasar global, bukan karena penurunan daya saing ekspor. Ia juga menegaskan tidak ada perubahan drastis pada ekspor kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy, dengan nilainya relatif sama dibandingkan Mei.
Dukungan kebijakan bagi inflasi dan industri
Pemerintah menyatakan akan terus menjaga inflasi di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen sebagai bagian dari upaya menstabilkan kondisi ekonomi domestik. Sikap ini menunjukkan fokus kebijakan tetap diarahkan pada pengendalian harga sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.Selain itu, pemerintah mendorong sejumlah insentif untuk sektor industri kimia, termasuk rencana menolkan bea impor bahan baku plastik. Airlangga mengatakan peraturan menteri keuangan untuk kebijakan tersebut sedang disusun, yang dapat memberi ruang efisiensi biaya bagi pelaku industri yang bergantung pada bahan baku impor.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang peluncuran mandatori biodiesel B50, kami membahas peresmian kebijakan campuran 50% biodiesel berbasis CPO dalam solar sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Kami juga mengulas kesiapan implementasi lintas sektor, kerangka aturan dan masa transisi dari B40, serta proyeksi dampaknya terhadap penghematan devisa, penyerapan tenaga kerja, dan penurunan emisi.
Berita Magyar Nemzeti Bank Terbaru
- Forex
- Crypto