Ashutosh Sureka

BSI perluas akses KPR syariah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan

BSI perluas akses KPR syariah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan
KPR Syariah BSI meluas

BSI memperluas pembiayaan rumah berbasis syariah melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau pekerja Penerima Upah di Indonesia. Skema ini menawarkan angsuran tetap hingga akhir tenor dan jangka waktu pembiayaan sampai 30 tahun, di tengah upaya mendorong inklusi perumahan dan pertumbuhan ekonomi.

Sorotan

  • BSI memperluas akses KPR syariah BSI Griya dengan tenor hingga 30 tahun bagi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, memberikan cicilan tetap hingga akhir pembiayaan.
  • Per Mei 2026, portofolio pembiayaan BSI Griya mencapai Rp60,80 triliun dan laba bersih BSI naik 16,73% secara tahunan menjadi Rp3,39 triliun.
  • Rasio Non-Performing Financing Gross BSI membaik ke 1,80% per Mei 2026, mencerminkan kesehatan aset di tengah ekspansi pembiayaan ke pekerja formal.

Skema pembiayaan dan ekspansi BSI Griya

Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, kerja sama ini membuat peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat mengakses fasilitas BSI Griya dengan tenor fleksibel hingga 30 tahun dan kepastian cicilan tetap sampai masa pembiayaan berakhir. Skema tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas arus kas bulanan nasabah sekaligus memperluas pilihan pembiayaan rumah dengan prinsip syariah.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan kolaborasi itu menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung program pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan nasional dan memacu pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap berbagai industri turunan, sementara produk BSI Griya juga dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang saat ini mendominasi portofolio pembiayaan rumah perseroan.

Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan BSI Griya mencapai Rp60,80 triliun dan tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pada periode yang sama, BSI membukukan laba bersih Rp3,39 triliun, naik 16,73% secara tahunan, dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp335 triliun atau tumbuh 14,60% year on year, didorong terutama oleh segmen konsumer.

Dampak bagi pekerja dan kualitas pembiayaan

BSI menyatakan ekspansi pembiayaan tetap disertai pengelolaan kualitas aset yang sehat. Rasio Non-Performing Financing Gross membaik menjadi 1,80% per Mei 2026 dari 1,88% pada periode yang sama tahun lalu, menunjukkan perseroan masih menjaga kualitas pembiayaan di tengah pertumbuhan bisnis.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan kehadiran BSI sebagai bank penyalur Manfaat Layanan Tambahan memperluas akses dan menambah alternatif pembiayaan perumahan syariah bagi peserta. Ia menilai kemitraan ini membantu pekerja memiliki rumah sebagai aset jangka panjang dan penopang kesejahteraan hari tua, sekaligus mendorong produktivitas karena kebutuhan dasar tempat tinggal lebih mudah dipenuhi.

BPJS Ketenagakerjaan menambahkan kolaborasi itu akan terus didorong untuk berkembang lebih lanjut, tidak hanya pada manfaat layanan tambahan perumahan, tetapi juga untuk pemberdayaan penerima manfaat atau ahli waris peserta. Bagi sektor keuangan syariah, langkah ini memperkuat penetrasi pembiayaan rumah sekaligus memperluas basis nasabah pekerja formal di Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang persiapan pembukaan cabang PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) di Arab Saudi, kami mengulas bahwa ekspansi internasional ini memasuki tahap akhir menjelang operasional pada November–Desember 2026 setelah memperoleh persetujuan awal otoritas setempat. Fokus awalnya adalah melayani kebutuhan keuangan jemaah haji dan umrah Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas layanan syariah lintas negara bagi diaspora dan pelaku usaha.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.