Kementerian Pertanian siapkan Rp3,2 triliun untuk perluas pengembangan pertanian Papua

Kementerian Pertanian siapkan Rp3,2 triliun untuk perluas pengembangan pertanian Papua
Dana besar untuk Papua

Pemerintah menambah dukungan anggaran untuk memperluas pembangunan pertanian di Tanah Papua setelah pengembangan di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, disebut mendorong produksi dan kesejahteraan petani. Langkah ini juga diarahkan agar pengembangan komoditas menjangkau lebih banyak wilayah sesuai karakteristik masing-masing daerah pada tahun depan.

Sorotan

  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan tambahan anggaran Rp3,2 triliun untuk memperluas pembangunan pertanian Papua mulai 2026.
  • Program 2026 akan membuka 250 hektare lahan sawah baru di Wanam, didukung bantuan traktor, irigasi, dan teknologi pertanian modern.
  • Ekspansi ini bertujuan memperkuat produksi pangan regional dan meningkatkan pendapatan petani Papua Selatan sebagai percontohan ekspansi nasional.

Rencana anggaran dan perluasan proyek

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan tambahan anggaran disiapkan sebesar Rp3,2 triliun untuk mendukung perluasan pembangunan pertanian di Papua. Ia mengatakan penyesuaian anggaran diperlukan seiring hasil pengembangan pertanian di Wanam yang dinilai telah memberi dampak pada produksi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam pernyataannya pada Minggu, 12 Juli 2026, Amran meminta usulan tambahan anggaran untuk tahun depan agar program pertanian dapat menjangkau lebih banyak daerah. Menurutnya, perluasan itu akan menyesuaikan komoditas dengan karakteristik tiap wilayah di Papua.

Fokus Wanam dan dampak bagi kawasan

Selain penambahan anggaran, Amran menyetujui pembukaan lahan sawah sekitar 250 hektare di Wanam dan memastikan pengerjaannya dimulai tahun ini. Pemerintah juga akan menambah bantuan traktor, membangun jaringan irigasi, dan menerapkan teknologi pertanian modern untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai percontohan pengembangan pertanian di Papua.

Langkah itu menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan infrastruktur dan mekanisasi pertanian di Papua Selatan sebagai basis ekspansi ke wilayah lain. Jika realisasi berjalan sesuai rencana, program ini berpotensi memperkuat produksi pangan regional sekaligus meningkatkan pendapatan petani di kawasan timur Indonesia.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program ini dijelaskan sebagai upaya memperluas akses pembiayaan murah bagi warga desa dan petani sekaligus memutus ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Kami mencatat kebijakan ini juga dikaitkan dengan kebutuhan petani selama masa tunggu panen dan agenda penghapusan utang jutaan petani, serta peran koperasi sebagai saluran distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.