Harga pangan nasional naik, bawang merah dan cabai pimpin lonjakan di Jakarta

Harga pangan nasional naik, bawang merah dan cabai pimpin lonjakan di Jakarta
Bawang & cabai melonjak

Kenaikan harga pangan kembali meluas pada perdagangan Rabu, 15/7/2026, dengan bawang, beras, cabai, hingga daging mencatat penguatan di pasar nasional. Pergerakan ini menandai tekanan yang semakin besar pada belanja rumah tangga, terutama ketika lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas bumbu dan protein hewani.

Sorotan

  • Harga bawang merah di Jakarta melonjak 57,27 persen menjadi Rp72.500 per kg dan cabai merah besar naik 55,94 persen menjadi Rp77.500 per kg per 15 Juli 2026.
  • Seluruh kategori beras mengalami kenaikan signifikan, dengan beras kualitas bawah I naik 8,84 persen ke Rp16.000 per kg dan beras super I naik 11,9 persen ke Rp19.750 per kg.
  • Lonjakan serentak harga bawang, cabai, beras, dan daging sapi—yang kini Rp200 ribu per kg—memicu risiko besar kenaikan pengeluaran pangan rumah tangga.

Pergerakan harga pangan pada 15 Juli 2026

Menurut Okezone yang mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia, harga bawang merah naik 57,27 persen menjadi Rp72.500 per kg, sementara bawang putih naik 38,89 persen menjadi Rp61.250 per kg.

Di kelompok beras, beras kualitas bawah I naik 8,84 persen menjadi Rp16.000 per kg dan beras kualitas bawah II naik 18,97 persen menjadi Rp17.250 per kg. Beras kualitas medium I naik 13,15 persen menjadi Rp18.500 per kg, sedangkan beras kualitas medium II naik 9,91 persen menjadi Rp17.750 per kg. Untuk beras kualitas super, kualitas super I naik 11,9 persen menjadi Rp19.750 per kg dan kualitas super II naik 12,24 persen menjadi Rp19.250 per kg.

Pada komoditas cabai, cabai merah besar naik 55,94 persen menjadi Rp77.500 per kg. Sementara itu, cabai merah keriting naik 10,66 persen menjadi Rp55.000 per kg.

Dampak terhadap belanja rumah tangga dan pasar pangan

Lonjakan harga yang terjadi serentak di sejumlah komoditas pokok menunjukkan tekanan yang masih kuat pada pasar pangan nasional. Kenaikan tajam pada bawang merah dan cabai merah besar berpotensi paling cepat dirasakan konsumen karena kedua komoditas ini menjadi kebutuhan harian rumah tangga dan pelaku usaha makanan.

Selain itu, kenaikan di berbagai kelas beras memperlihatkan bahwa tekanan harga tidak terbatas pada satu segmen konsumsi. Dengan daging sapi dalam judul data perdagangan disebut mencapai Rp200 ribu per kg, tren ini menambah risiko kenaikan pengeluaran pangan masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang semakin mahal.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang inflasi Indonesia per Juli 2026, kami mencatat inflasi tahunan berada di level 3,34% (masih di bawah target nasional), dengan kenaikan bulanan 0,44%. Tekanan utama datang dari biaya transportasi—terutama angkutan udara—serta kenaikan harga beberapa komoditas pangan seperti bawang putih, minyak goreng, dan beras, yang mendorong perlunya koordinasi pemerintah untuk stabilisasi pasokan dan harga.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.