Penyesuaian harga bahan bakar minyak pada 13 Juli 2026 menunjukkan penurunan pada sejumlah produk nonsubsidi setelah perubahan mulai berlaku sejak awal bulan. Pergerakan ini mencakup Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sementara harga Pertamax, Pertamax Green, dan Pertalite tetap bertahan.
Sorotan
- PT Pertamina menurunkan harga Pertamax Turbo menjadi Rp19.300 per liter, Pertamina Dex jadi Rp21.150, dan Dexlite Rp19.700 mulai 1 Juli 2026.
- Harga Pertamax tetap Rp16.250 per liter, Pertamax Green Rp17.000, dan Pertalite tidak berubah di Rp10.000 per liter meski penurunan terjadi pada BBM nonsubsidi lainnya.
- Penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan hasil evaluasi berkala Pertamina berdasarkan harga minyak dunia, aspek fiskal, daya beli, dan kondisi perekonomian.
Rincian penurunan harga sejak awal Juli
Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, PT Pertamina menurunkan harga beberapa BBM nonsubsidi sebagai bagian dari penyesuaian yang sudah berlaku per 1 Juli 2026. Pertamax Turbo kini dijual Rp19.300 per liter, turun dari Rp20.750 per liter, sementara Pertamina Dex turun menjadi Rp21.150 per liter dari sebelumnya Rp24.800 per liter dan Dexlite turun menjadi Rp19.700 per liter dari Rp23.000 per liter.Di tengah penurunan itu, perusahaan tidak mengubah harga Pertamax dan Pertamax Green. Harga Pertamax tetap Rp16.250 per liter dan Pertamax Green bertahan Rp17.000 per liter sejak kenaikan pada 10 Juni 2026.
Dampak pada konsumen dan kebijakan harga
Harga Pertalite juga masih tetap di level Rp10.000 per liter, sehingga perubahan pada pertengahan Juli ini terutama terjadi pada segmen BBM nonsubsidi tertentu. Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa penyesuaian harga belum berlaku merata pada seluruh jenis bahan bakar yang dipasarkan Pertamina.Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan penyesuaian harga BBM menjadi bagian dari evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku. Evaluasi itu mengacu pada dinamika harga minyak dunia, pertimbangan aspek fiskal, serta daya beli dan kondisi perekonomian masyarakat.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang tantangan pasokan energi di tengah konflik geopolitik, kami mengulas pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal risiko gangguan jalur distribusi minyak, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pengiriman Pertamina. Kami juga menyoroti sikap pemerintah yang memilih menahan kenaikan harga BBM subsidi demi menjaga beban masyarakat di tengah ketidakpastian global.
- Forex
- Crypto