PT SMI salurkan pembiayaan Rp 37,41 triliun ke pemda, OJK nilai dukung percepatan pembangunan daerah
Dorongan pemerintah agar pemerintah daerah memanfaatkan pembiayaan non-APBD kian menguat di tengah keterbatasan ruang fiskal untuk proyek pembangunan. Hingga Mei 2026, komitmen pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur kepada pemda mencapai Rp 37,41 triliun, dengan porsi terbesar berasal dari skema Program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Sorotan
- PT SMI menyalurkan pembiayaan Rp 37,41 triliun ke pemda hingga Mei 2026, terdiri dari Rp 33,64 triliun PEN Pemda dan Rp 3,77 triliun pembiayaan reguler.
- Gross disbursement pembiayaan publik mencapai Rp 732 miliar per Mei 2026, tumbuh 169% yoy setelah kenaikan 871% pada 2025, menandakan permintaan kuat dari pemda.
- Outstanding pembiayaan SMI ke pemda per Mei 2026 sebesar Rp 14,03 triliun atau 14,26% dari total outstanding, dengan fokus kesinambungan portofolio dan mitigasi risiko.
Skema pembiayaan dan kapasitas penyaluran
Seperti dilaporkan KONTAN, Otoritas Jasa Keuangan menilai pemanfaatan skema pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur dapat menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, termasuk infrastruktur. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyatakan langkah itu dapat memperluas akses pembiayaan pembangunan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang memadai.Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan SMI, Ramona Harimurti, mengatakan perusahaan memiliki kapasitas dan pengalaman untuk mendukung kebutuhan pembiayaan pemda selama proyek yang diajukan memenuhi aspek kelayakan, tata kelola yang baik, serta kemampuan fiskal daerah. Sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, PT SMI berperan sebagai sumber pembiayaan alternatif non-APBD bagi pemda untuk mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
Ramona menjelaskan pembiayaan kepada pemda dilakukan melalui dua skema, yaitu Program Pemulihan Ekonomi Nasional Pemda dan pembiayaan daerah reguler. Hingga Mei 2026, total komitmen pembiayaan kepada pemda mencapai Rp 37,41 triliun, terdiri dari Rp 33,64 triliun melalui PEN Pemda dan Rp 3,77 triliun melalui pembiayaan reguler.
Dampak bagi pembiayaan daerah dan portofolio SMI
Permintaan pembiayaan dari pemerintah daerah terus menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, gross disbursement pembiayaan publik tercatat Rp 732 miliar, atau tumbuh 169% secara tahunan, setelah pada 2025 pertumbuhannya mencapai 871% secara tahunan.Menurut SMI, kenaikan itu mencerminkan kebutuhan pembiayaan pembangunan daerah yang masih tinggi di tengah keterbatasan ruang fiskal. Perusahaan melihat peluang pembiayaan daerah tetap terbuka seiring dorongan kepada pemda untuk memanfaatkan alternatif pendanaan guna mempercepat pembangunan.
Per Mei 2026, outstanding pembiayaan SMI kepada pemda tercatat Rp 14,03 triliun, setara 14,26% dari total outstanding pembiayaan perusahaan sebesar Rp 98,38 triliun. PT SMI menyatakan terus mengoptimalkan kapasitas pembiayaan secara prudent dengan tetap memperhatikan profil risiko dan kemampuan fiskal masing-masing daerah, sambil menjaga kualitas portofolio perseroan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembentukan 81.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kami menjelaskan bahwa program ini didorong untuk memperluas akses pembiayaan murah bagi warga desa dan petani serta memutus ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Kami juga menyoroti peran koperasi sebagai infrastruktur pembiayaan dasar di tingkat lokal sekaligus kanal distribusi subsidi dan program pemerintah agar penyelewengan dapat ditekan.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto