IHSG menguat usai S&P pertahankan peringkat utang Indonesia
Pasar saham Indonesia ditutup lebih kuat pada Senin, 13 Juli 2026, dengan IHSG kembali menembus level 6.000 di akhir perdagangan. Penguatan ini terjadi setelah Standard & Poor's Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan prospek stabil, di tengah transaksi harian yang mencapai Rp12,14 triliun.
Sorotan
- IHSG naik 1,92 persen ke 6.037,84 dipicu sentimen positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB prospek stabil.
- Volume perdagangan mencapai 25,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,14 triliun, kapitalisasi pasar BEI meningkat menjadi Rp10.509 triliun.
- Sektor barang baku memimpin penguatan sektoral dengan kenaikan 2,96 persen, disusul energi 2,66 persen dan industri 2,44 persen.
Reli pasar dan dorongan sentimen rating
Menurut Okezone Economy, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di 6.037,84, naik 113,48 poin atau 1,92 persen dari penutupan sebelumnya. Indeks sempat bergerak fluktuatif di kisaran 5.900 hingga 5.950 sepanjang sesi, sebelum melonjak menjelang penutupan dan finis di titik tertinggi hariannya.IHSG dibuka di 5.934,72, lebih tinggi dari posisi penutupan sebelumnya di 5.924,36. Rentang pergerakan harian tercatat antara 5.898,15 hingga 6.037,84, menunjukkan penguatan yang mengeras pada sesi akhir setelah sentimen pasar membaik.
Menurut Okezone Economy Indonesia, penguatan pasar terjadi setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan prospek stabil. Keputusan itu menjadi pendorong sentimen positif bagi pelaku pasar yang mendorong indeks kembali ke atas ambang psikologis 6.000.
Aktivitas perdagangan dan sektor penggerak
Aktivitas perdagangan berlangsung ramai dengan volume 25,07 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,676 juta kali transaksi. Nilai transaksi mencapai Rp12,14 triliun, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia naik menjadi Rp10.509 triliun.Sentimen positif juga terlihat dari sebaran pergerakan saham, dengan 392 saham menguat, 268 saham melemah, dan 305 saham stagnan. Secara sektoral, hampir seluruh indeks sektor ditutup di zona hijau.
Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan penguatan 2,96 persen, disusul sektor energi 2,66 persen dan sektor perindustrian 2,44 persen. Sektor non-primer naik 1,99 persen, infrastruktur 1,57 persen, keuangan 1,56 persen, transportasi 0,40 persen, teknologi 0,17 persen, dan properti 0,16 persen.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang perlambatan nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia, kami mencatat bahwa aktivitas perdagangan sempat melambat seiring perubahan sentimen pasar, meski rata-rata nilai transaksi harian secara year-to-date justru menembus rekor di atas Rp24 triliun. Kami juga menyoroti sikap OJK dan BEI yang tetap memperketat pengawasan agar transaksi berjalan teratur dan efisien, sekaligus melihat rekor tersebut sebagai sinyal likuiditas pasar modal domestik masih terjaga.
Berita S&P Ratings Terbaru
- Forex
- Crypto