BPS perluas cakupan sensus ekonomi 2026 ke kreator konten dan penjual online rumahan di Jakarta
Pendataan usaha di Jakarta pada Sensus Ekonomi 2026 kini menjangkau aktivitas ekonomi berbasis rumah tangga yang selama ini tidak selalu terlihat secara fisik. Langkah ini memperluas basis data BPS untuk memetakan pelaku usaha seperti kreator konten, videografer, dan penjual online sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Sorotan
- BPS memperluas cakupan Sensus Ekonomi 2026 terhadap kreator konten, videografer, dan penjual online rumahan di DKI Jakarta.
- Sebanyak 1,5 juta pelaku usaha tercatat di DKI Jakarta dalam daftar awal, namun jumlah ini berpotensi berubah setelah pendataan selesai.
- Sensus Ekonomi 2026 berlangsung door to door sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan capaian pendataan Jakarta mencapai 45,17 persen per 13 Juli 2026.
Cakupan sensus diperluas ke usaha rumahan
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Badan Pusat Statistik memastikan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menyasar pelaku usaha yang memiliki toko, kantor, atau lokasi usaha fisik. Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan aktivitas ekonomi yang dijalankan dari rumah, termasuk kreator konten, videografer, dan penjual online, juga didata dalam sensus yang berlangsung tahun ini.Menurut Amalia, semakin banyak masyarakat menjalankan usaha dari rumah sehingga pendataan tidak lagi dapat bertumpu pada keberadaan tempat usaha yang terlihat. Karena itu, petugas sensus juga mendatangi rumah tangga untuk mengidentifikasi ada tidaknya kegiatan ekonomi yang berlangsung di dalam rumah.
BPS menilai pendekatan tersebut membantu pencatatan kegiatan ekonomi masyarakat secara lebih menyeluruh. Amalia menegaskan penyisiran rumah tangga dilakukan agar aktivitas ekonomi rumahan yang selama ini kurang terjangkau dapat masuk ke dalam hasil sensus.
Dampak data bagi kebijakan dan target pendataan Jakarta
Hasil pendataan itu diharapkan memberi gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi DKI Jakarta. Data tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih terarah sesuai kondisi lapangan.Berdasarkan daftar awal sebelum sensus, terdapat sekitar 1,5 juta pelaku usaha di DKI Jakarta. Namun, angka itu masih dapat berubah setelah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 selesai dan hasil lapangan diperbarui.
Sensus Ekonomi 2026 berlangsung secara door to door pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Hingga 13 Juli 2026, capaian pendataan di DKI Jakarta mencapai 45,17 persen.
Saat petugas datang, warga diminta menyiapkan KTP dan KK untuk verifikasi data. Amalia memastikan petugas tidak memotret kedua dokumen tersebut karena data dasar warga sudah tersedia dalam aplikasi yang digunakan selama proses pendataan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang dorongan Pemprov DKI agar warga terbuka dan jujur dalam Sensus Ekonomi 2026, ditekankan bahwa akurasi data sangat menentukan arah kebijakan daerah. Pemprov DKI juga meminta jajaran hingga tingkat kelurahan ikut mengedukasi masyarakat karena hasil sensus dipakai sebagai rujukan, termasuk dalam pembahasan program dan penyaluran bantuan sosial di Jakarta.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto