Indonesia dan Australia perkuat implementasi IA-CEPA untuk dorong perdagangan dan investasi

Indonesia dan Australia perkuat implementasi IA-CEPA untuk dorong perdagangan dan investasi
Perkuat perdagangan & investasi

Pejabat perdagangan Indonesia dan Australia bertemu di Jakarta pada Senin, 13 Jul, untuk memperdalam kerja sama ekonomi bilateral di tengah pertumbuhan nilai dagang sejak IA-CEPA mulai berlaku. Pembahasan berfokus pada penguatan pelaksanaan perjanjian agar manfaatnya semakin dirasakan pelaku usaha, terutama UMKM, melalui peningkatan perdagangan dan investasi.

Sorotan

  • Nilai perdagangan barang Indonesia-Australia tumbuh rata-rata 10,68% per tahun sejak IA-CEPA berlaku pada 5 Juli 2020, naik dari USD 7,2 miliar menjadi lebih dari USD 13 miliar pada 2025.
  • Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite membahas penguatan implementasi IA-CEPA untuk mendorong arus perdagangan dan investasi.
  • Indonesia dan Australia meluncurkan Katalis 2.0 sebagai inisiatif kolaboratif memperkuat implementasi IA-CEPA serta memperluas manfaat bagi sektor usaha kedua negara.

Agenda penguatan pelaksanaan IA-CEPA

Menurut Kementerian Perdagangan Indonesia, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite di Jakarta. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas langkah untuk memperkuat implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement, atau IA-CEPA, sebagai dasar peningkatan arus perdagangan dan investasi kedua negara.

Dyah Roro Esti menyatakan keberhasilan IA-CEPA tidak hanya diukur dari ketentuan dalam perjanjian, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan dunia usaha. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan peluang perdagangan dan investasi oleh pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pada pertemuan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan RI didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha dan Direktur Perundingan Bilateral Basaria Tiara Desika.

Dampak bagi perdagangan bilateral dan pelaku usaha

Sejak IA-CEPA berlaku pada 5 Juli 2020, perdagangan barang Indonesia-Australia tumbuh rata-rata 10,68% per tahun, dari sekitar USD 7,2 miliar pada 2020 menjadi lebih dari USD 13 miliar pada 2025. Kenaikan ini menjadi dasar bagi kedua negara untuk mendorong implementasi perjanjian yang lebih efektif agar momentum pertumbuhan tetap terjaga.

Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Australia mendukung peluncuran Katalis 2.0 untuk memperkuat implementasi IA-CEPA melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Inisiatif ini ditujukan untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas manfaat perjanjian bagi sektor usaha di kedua negara.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kerja sama pertanian Indonesia–Belarus, pertemuan tingkat menteri di Jakarta membuka peluang ekspor komoditas unggulan seperti kakao hingga 120.000 ton per tahun dan CPO sekitar 14.000 ton, sekaligus memperluas akses pasar Indonesia ke Eropa Timur. Artikel tersebut juga menyoroti rencana tindak lanjut berupa kerja sama investasi dan modernisasi teknologi pertanian, termasuk mekanisasi, irigasi, serta peluang perdagangan produk susu untuk memperkuat nilai tambah dan daya saing sektor pertanian.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.