Prediksi kurs pound sterling terhadap dolar AS: Konsolidasi di dekat resistance $1,3526
Pound Sterling vs Dollar (GBP/USD) diperdagangkan di $1,3459, mencatat kenaikan harian sebesar 0,5%. Pasangan ini saat ini bertahan di atas rata-rata pergerakan utama jangka pendek dan menengahnya, mencerminkan bias naik dalam sesi jangka pendek.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Sorotan
- Data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan telah mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, sehingga melemahkan Dolar.
- Perubahan kebijakan moneter AS yang lebih dovish ini telah meningkatkan permintaan terhadap Pound, memperbaiki sentimen pada pasangan GBP/USD.
- GBP/USD menunjukkan momentum kenaikan yang kuat, diperdagangkan di dekat $1,3459, dengan indikator teknikal menandakan dominasi pembeli dan kisaran proyeksi $1,3392 hingga $1,3526.
Sentimen beralih ke Pound seiring inflasi AS yang melunak meredam ekspektasi kenaikan suku bunga
Kinerja Pound Inggris terhadap Dolar AS minggu ini sebagian besar dipengaruhi oleh rilis data makroekonomi. Data inflasi AS (CPI) keluar lebih rendah dari perkiraan, menandakan tekanan harga yang melemah dan mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, menurut Fxstreet. Penurunan ekspektasi pengetatan suku bunga AS ini mendorong pergeseran alokasi modal dan mendukung permintaan Pound Sterling di pasar valuta asing. Latar belakang ekonomi AS yang lebih lemah terus memberikan lingkungan yang menguntungkan bagi GBP/USD, menurut Fxstreet.
Momen campuran dan sinyal overbought saat pembeli memegang keunggulan teknikal
Analisis teknikal menyoroti bahwa GBP/USD diperdagangkan di atas MA-20 per jam ($1,3403), MA-50 ($1,3384), dan MA-200 jangka panjang ($1,3441), dengan Ichimoku Kijun di $1,3404 sebagai support langsung. Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan sinyal beli, sementara Average Directional Index (ADX) tetap netral, mengindikasikan tren yang lemah atau tidak terarah. Relative Strength Index (RSI) berada di area beli pada 67,1, dan baik Stochastic RSI maupun Commodity Channel Index (CCI) menunjukkan kondisi overbought. Bull/Bear Power mengindikasikan dominasi pembeli secara intraday, sedangkan Awesome Oscillator netral dan volatilitas tetap rendah. Sinyal momentum beragam, dengan tekanan beli kuat namun terdapat tanda-tanda kelelahan pada oscillator.
Risiko konsolidasi meningkat seiring resistance dan support membatasi potensi breakout
Dalam dua hingga tiga hari perdagangan ke depan, GBP/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran $1,3392 hingga $1,3526, mencerminkan volatilitas tipikal pasangan ini. Skenario dasar memperkirakan pasangan ini akan berkonsolidasi di dalam rentang tersebut. Breakout bullish di atas resistance dapat menargetkan level tertinggi rentang, sementara skenario bearish hanya akan mendapat momentum jika harga turun di bawah support langsung di Kijun $1,3404, membuka jalan menuju batas bawah kisaran yang diharapkan.
Sebelumnya, para analis mencatat bahwa ketahanan sterling terhadap dolar didukung oleh ekspektasi luas terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dan ketidakpastian geopolitik yang mendorong arus safe haven. Konfirmasi minggu ini atas berkurangnya risiko kenaikan suku bunga The Fed memperkuat prospek bullish untuk GBP/USD, sehingga pergerakan tegas di atas resistance $1,3526 berpotensi memicu momentum kenaikan baru.
- Forex
- Crypto