Pengadaan kipas Kopdes Rp 1,8 triliun memicu klarifikasi Kementerian Koperasi dan Agrinas
Isu pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih senilai Rp 1,8 triliun memicu respons dari pejabat pemerintah dan BUMN yang terkait dengan program desa. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan kipas yang dibicarakan bukan kipas plastik rumahan, namun ia menegaskan tidak mengetahui rincian pengadaan karena hal itu disebut bukan kewenangan kementeriannya.
Sorotan
- Isu pengadaan kipas angin untuk KDKMP senilai Rp 1,8 triliun mendapat klarifikasi dari Ferry yang menyatakan hal itu bukan kewenangan Kementerian Koperasi.
- Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota menyayangkan narasi publik tanpa data akurat terkait pengadaan tersebut, mengingat potensi mispersepsi di masyarakat.
- Mufti Anam dari Komisi VI DPR mempertanyakan transparansi pengadaan Rp 1,8 triliun, sementara Joao menekankan perlunya data valid sebelum muncul provokasi publik lebih lanjut.
Klarifikasi pejabat atas isu pengadaan
Seperti dilaporkan Kompas.com, Ferry menyampaikan penjelasan itu saat ditemui di TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026), setelah muncul pertanyaan mengenai nilai pengadaan kipas angin untuk KDKMP. Ia mengatakan kipas yang dimaksud bukan kipas angin plastik yang umum dipakai di kamar kos, tetapi tidak merinci spesifikasi maupun skema belanjanya.Ferry juga menegaskan bahwa pengadaan tersebut bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi. Karena itu, ia menyatakan tidak mengetahui detail anggaran maupun pelaksanaan pengadaan yang disebut bernilai Rp 1,8 triliun.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota turut merespons isu yang sama. Dalam keterangannya, Joao menyayangkan adanya pernyataan di ruang publik yang menurutnya disampaikan tanpa data yang prudent dan berpotensi memicu narasi yang tidak berdasar di masyarakat.
Dampak isu terhadap program desa dan akuntabilitas
Penjelasan Joao disampaikan setelah anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P Mufti Anam mempertanyakan pengadaan tersebut dalam rapat bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Saat ditemui di TMII pada Kamis, Joao mengajak semua pihak untuk lebih fokus mendukung pembangunan desa daripada saling melontarkan tudingan.Ketika ditanya apakah kabar pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun itu tidak benar, Joao tidak memberikan jawaban tegas. Ia justru meminta pihak yang menyampaikan tudingan menjelaskan sumber data mereka, sambil menekankan pentingnya ketepatan, kebenaran, dan kejujuran data agar polemik belanja program desa tidak berubah menjadi provokasi publik.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang isu pengadaan kipas angin Kopdes Merah Putih senilai Rp 1,8 triliun, sorotan menguat setelah pembahasannya mencuat di forum DPR. Kami menyoroti respons PT Agrinas Pangan Nusantara yang menekankan validitas sumber data—tanpa membenarkan atau membantah angka tersebut—serta dampaknya terhadap tuntutan transparansi dan kredibilitas pelaksanaan program desa.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto