Sumatera Utara kerahkan prajurit TNI bantu distribusi BBM Pertamina di tengah gangguan sopir tangki

Sumatera Utara kerahkan prajurit TNI bantu distribusi BBM Pertamina di tengah gangguan sopir tangki
TNI bantu distribusi BBM

Gangguan distribusi BBM di Sumatera Utara mendorong pengerahan sementara prajurit TNI Angkatan Darat untuk mengemudikan truk tangki Pertamina. Langkah ini dilakukan saat antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU, sementara pemerintah daerah menegaskan stok BBM di wilayah itu tetap aman.

Sorotan

  • Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan antrean SPBU berasal dari gangguan distribusi BBM akibat berhentinya massal sopir truk tangki, bukan kelangkaan stok.
  • Pemerintah provinsi, Pertamina, TNI, dan kepolisian koordinasi untuk mengerahkan personel sebagai sopir sekaligus memastikan keamanan pasokan BBM sejak 14 Juli 2026.
  • TNI AD melalui Kodam I/Bukit Barisan menugaskan 18 prajurit menjadi sopir truk tangki Pertamina guna membantu distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan atas permohonan PT Elnusa Petrofin.

Koordinasi distribusi BBM darurat

Seperti dilaporkan Kompas.com, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan antrean di sejumlah SPBU bukan disebabkan kelangkaan stok BBM, melainkan distribusi yang terganggu akibat pemberhentian massal pengemudi mobil tangki. Ia menyatakan persoalan itu merupakan masalah internal antara Pertamina dan para pengemudi, sehingga banyak truk pengangkut BBM tidak dapat beroperasi dan pasokan ke SPBU tersendat.

Bobby mengatakan pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan kepolisian agar personel dapat membantu sebagai pengemudi sekaligus mengecek pengamanan pasokan BBM. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Pemprov Sumut pada Selasa, 14 Juli 2026.

Dukungan sementara dan implikasi operasional

TNI AD melalui Kodam I/Bukit Barisan menugaskan 18 prajurit sebagai sopir truk tangki Pertamina untuk sementara waktu guna membantu Pemprov Sumut mengatasi gangguan distribusi BBM. Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan perbantuan itu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan akan berakhir setelah distribusi kembali normal.

Menurut Sandy, bantuan tersebut diberikan atas permintaan Pemprov Sumatera Utara dan PT Pertamina melalui mitra operasionalnya, PT Elnusa Petrofin, untuk mendukung kelancaran distribusi dari Fuel Terminal Medan. Ia menambahkan permohonan resmi itu tertuang dalam surat PT Elnusa Petrofin tertanggal 14 Juli 2026, yang meminta dukungan personel untuk pendampingan, pengamanan, dan pengawasan distribusi BBM dengan mengacu pada nota kesepahaman antara PT Pertamina (Persero) dan TNI terkait pengamanan obyek vital nasional strategis.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang penambahan armada truk tangki BBM dan percepatan distribusi Pertamina Patra Niaga, kami menyoroti langkah perusahaan memperpanjang jam operasi SPBU serta memprioritaskan pengiriman pada jam lalu lintas lengang untuk mengurai antrean. Kami juga mencatat stok Pertalite dan Biosolar dinilai mencukupi, sementara perbaikan layanan di Sumatera didorong oleh tambahan armada/pengemudi dan dukungan aparat TNI-Polri di lapangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.