TUGU didukung underwriting dan investasi, laba diperkirakan naik hingga 2027
Kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, TUGU, ditopang perbaikan disiplin underwriting dan kenaikan pendapatan investasi di tengah portofolio yang membesar serta suku bunga yang masih tinggi. Kombinasi faktor itu dinilai memperkuat prospek laba emiten asuransi umum tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Sorotan
- TUGU's net profit projected to rise from Rp711 miliar in 2025 to around Rp942 miliar in 2027, driven by improved underwriting and investment income.
- Peningkatan disiplin underwriting memperbaiki rasio operasional, sementara pendapatan investasi naik berkat portofolio yang membesar dan suku bunga tinggi.
- TUGU mempertahankan peringkat AM Best Financial Strength Rating A- selama 10 tahun, memperkuat akses reasuransi proyek besar dan posisi modal perusahaan.
Pendorong laba dan posisi permodalan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, analis Semesta Indovest Sekuritas Nicholas Dharmawan dalam risetnya di Jakarta, Jumat (17/7/2026), memperkirakan dua faktor utama itu mampu mendorong laba bersih TUGU tumbuh dari Rp711 miliar pada 2025 menjadi sekitar Rp942 miliar pada 2027.Ia menyatakan peningkatan disiplin underwriting mendorong perbaikan rasio operasional perusahaan, sementara pendapatan investasi naik seiring pembesaran portofolio investasi dan tingkat suku bunga yang masih tinggi.
Dari sisi keuangan, TUGU juga disebut memiliki posisi permodalan yang kuat. Perseroan mempertahankan peringkat global AM Best Financial Strength Rating A- dari AM Best selama 10 tahun berturut-turut, yang menurut Nicholas mencerminkan kekuatan modal, kualitas manajemen risiko, dan kredibilitas untuk memperoleh kapasitas reasuransi bagi proyek bernilai besar.
Dukungan prospek industri asuransi umum
Prospek industri asuransi di Indonesia juga dinilai masih mendukung pertumbuhan perseroan. Meski penetrasi asuransi nasional masih rendah, segmen asuransi umum menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan industri secara keseluruhan.Kondisi itu memberi ruang ekspansi yang masih besar bagi perusahaan dengan kapasitas underwriting dan modal yang kuat seperti TUGU. Bagi investor, faktor fundamental tersebut menjadi perhatian di tengah pemantauan terhadap arah konsolidasi asuransi badan usaha milik negara.
Pembayaran klaim asuransi alat berat oleh BRI Insurance senilai Rp322 juta kepada nasabah BRI di Pangkal Pinang yang pernah kami ulas sebelumnya menyoroti upaya perusahaan memperkuat layanan klaim. Dalam ulasan tersebut, BRI Insurance menekankan percepatan proses yang lebih transparan dan berorientasi kemudahan, sekaligus menunjukkan manfaat perlindungan aset usaha agar dampak finansial dapat ditekan dan operasional nasabah tetap berjalan.
Berita AM Best Terbaru
- Forex
- Crypto