Polda Metro Jaya verifikasi uang sitaan kasus Febrie Adriansyah dengan bantuan U.S. Secret Service
Keterlibatan U.S. Secret Service dalam penanganan barang bukti kasus dugaan korupsi dan TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah memicu perhatian karena lembaga itu dikenal luas lewat fungsi pengamanan presiden Amerika Serikat. Pemeriksaan tersebut berfokus pada verifikasi keaslian uang dolar AS senilai 5,8 juta dollar AS yang disita penyidik, bukan pada penyelidikan pokok perkara korupsinya.
Sorotan
- Polda Metro Jaya bersama U.S. Secret Service memverifikasi keaslian uang dolar AS sitaan kasus Febrie Adriansyah, seluruhnya dinyatakan asli berdasarkan surat tertanggal 16 Juli 2026.
- Bank Indonesia memeriksa uang sitaan sekitar Rp 6 miliar pada 14 Juli 2026 dan memastikan seluruhnya juga merupakan uang rupiah asli.
- Pelibatan U.S. Secret Service menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk verifikasi barang bukti dalam kasus besar yang melibatkan mata uang asing.
Verifikasi barang bukti dan dasar pelibatan
Seperti dilaporkan Kompas.com, Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa U.S. Secret Service dilibatkan karena memiliki otoritas dan keahlian untuk menguji keaslian mata uang dolar AS. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan lembaga itu bersama FBI memiliki kewenangan pengujian terkait mata uang United States dollar.Menurut Budi, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh uang dolar AS yang disita merupakan mata uang asli. Dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung pada Jumat, ia menegaskan verifikasi dilakukan lewat pemeriksaan fisik dan laboratorium, dan status keaslian itu dinyatakan dalam surat U.S. Secret Service tertanggal 16 Juli 2026.
Polisi juga menggandeng Bank Indonesia untuk memeriksa uang tunai rupiah sekitar Rp 6 miliar yang ikut disita. Hasil pemeriksaan tertanggal 14 Juli 2026 menyatakan uang rupiah tersebut asli.
Dampak kelembagaan dan konteks kerja sama
Pelibatan U.S. Secret Service menunjukkan bahwa penanganan barang bukti lintas mata uang dalam perkara besar dapat memerlukan dukungan lembaga asing yang memiliki kompetensi khusus. Dalam konteks ini, peran lembaga tersebut terkait perlindungan integritas dolar AS, sehingga keterlibatannya lebih dekat ke verifikasi finansial dibanding proses penyidikan tindak pidana korupsi di Indonesia.Selain dikenal sebagai pengaman Presiden Amerika Serikat, U.S. Secret Service juga memiliki mandat menjaga sistem keuangan negara itu, termasuk menangani pemalsuan uang, penipuan keuangan, dan kejahatan siber. Kewenangan tersebut membuat lembaga ini kerap menjadi rujukan dalam pemeriksaan keaslian uang dolar AS dalam jumlah besar, termasuk melalui kerja sama internasional.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang verifikasi uang sitaan dalam perkara dugaan korupsi dan TPPU, penyidik melibatkan FBI dan U.S. Secret Service untuk menguji keaslian valuta asing yang ditemukan di sejumlah lokasi. Saat itu, pemeriksaan awal menyatakan 5.874.621 dolar AS yang disita adalah asli, sementara verifikasi atas dolar Singapura masih menunggu hasil laboratorium.
Berita USA Terbaru
- Forex
- Crypto