Polda Metro Jaya verifikasi aset sitaan kasus Febrie Adriansyah dengan FBI dan Secret Service
Penyidik melibatkan otoritas Amerika Serikat untuk memverifikasi valuta asing yang disita dalam perkara dugaan korupsi dan pencucian uang yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Hasil awal memastikan 5.874.621 dolar U.S. yang ditemukan di sejumlah lokasi adalah asli, sementara pemeriksaan atas dolar Singapura masih menunggu hasil laboratorium.
Sorotan
- FBI dan US Secret Service mengonfirmasi keaslian uang 5.874.621 dolar U.S. hasil sita dari kasus Febrie Adriansyah di beberapa lokasi Jakarta.
- Polisi menyita total Rp67,2 miliar dari restoran dan money changer, serta Rp476 miliar dan 74 kg emas dari rumah Febrie di Sentul.
- Penyidikan melibatkan pemeriksaan 15 orang, termasuk Tan Kian, dengan aspek dugaan penyimpanan uang di luar negeri akan dilanjutkan Kejaksaan Agung.
Verifikasi uang sitaan dan ruang lingkup penyidikan
Seperti diberitakan Kompas.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan FBI dan United States Secret Service dilibatkan karena memiliki otoritas untuk menguji keaslian uang dolar U.S. yang disita penyidik dari sejumlah lokasi. Ia menyatakan hasil pemeriksaan kedua institusi itu memastikan uang 5.874.621 dolar U.S. tersebut asli.Uang itu ditemukan di money changer dan kafe di Cipete, rumah Don Ritto di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, serta rumah Febrie di Sentul. Sementara itu, uang dolar Singapura yang turut ditemukan di lokasi-lokasi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Budi juga mengatakan belum ada pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan penyimpanan uang di luar negeri. Menurut dia, aspek tersebut menjadi materi penyidikan yang akan dilanjutkan Kejaksaan Agung setelah pelimpahan perkara.
Dampak kasus terhadap penelusuran aset
Dari restoran dan money changer di sampingnya, polisi menyita uang senilai Rp67,2 miliar dalam bentuk mata uang asing dan rupiah. Secara keseluruhan, ada 12 titik yang digeledah polisi, termasuk rumah Febrie di Sentul, Bogor, dan rumah Idon di Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.Dari rumah Febrie di Sentul, polisi menyita uang senilai Rp476 miliar dan 74 kilogram emas. Dari rumah Don, polisi juga menyita uang Rp520 juta dan 133.000 dolar U.S.
Polisi sudah memeriksa 15 orang, termasuk Tan Kian. Di antaranya terdapat dua karyawan restoran de Clan, empat saksi dari money changer, satu saksi dari rumah Don, saksi dari penggeledahan di ruko Cipete, serta dua petugas keamanan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penyitaan dana dan aset dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat Don Ritto, kami membahas pelimpahan perkara ke Kejaksaan Agung beserta berkas dan barang bukti uang serta emas hasil penggeledahan di 12 lokasi. Kami juga mengulas temuan dana dari restoran de Clan dan money changer, serta kaitan Don Ritto dengan Febrie Adriansyah dalam usaha restoran yang turut disorot penyidik.
Berita USA Terbaru
- Forex
- Crypto