KPU menetapkan daftar pemilih Semester I 2026, Jawa Barat tertinggi

KPU menetapkan daftar pemilih Semester I 2026, Jawa Barat tertinggi
Daftar Pemilih 2026 KPU

Rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan nasional Semester I 2026 menempatkan total pemilih di dalam dan luar negeri pada 214.354.667 orang. Komposisi daftar pemilih itu terdiri atas 49,85 persen laki-laki dan 50,15 persen perempuan, sekaligus menunjukkan sebaran pemilih yang sangat terkonsentrasi di provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa.

Sorotan

  • KPU RI menetapkan jumlah pemilih nasional Semester I 2026 sebesar 37.759.992 di Jawa Barat, tertinggi dibanding provinsi lain.
  • Pembaruan data pemilih ini dijadikan landasan administratif utama untuk persiapan awal tahapan Pemilu 2029, dengan proses dimulai 2027.
  • KPU mengalokasikan anggaran Rp 239.382.133.000 untuk pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih sebagai bagian dari persiapan Pemilu 2029.

Rincian data pemilih dan sebaran provinsi

Seperti dilaporkan Kompas.com, keputusan itu disampaikan KPU RI dalam rapat pleno di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026. Ketua Divisi Data dan Informasi KPU, Betty Epsilon Idrus, mengatakan total pemilih nasional mencakup pemilih di dalam negeri dan luar negeri dalam hasil rekapitulasi PDPB Semester I 2026.

Dalam daftar provinsi dengan pemilih terbanyak, Jawa Barat berada di posisi pertama dengan 37.759.992 pemilih. Jawa Timur menempati urutan kedua dengan 32.503.002 pemilih, disusul Jawa Tengah dengan 29.332.029 pemilih.

Provinsi lain dalam 10 besar pemilih terbanyak adalah Sumatera Utara dengan 11.360.110 pemilih, Banten 9.338.877 pemilih, DKI Jakarta 8.234.735 pemilih, Sulawesi Selatan 7.013.711 pemilih, Lampung 6.781.784 pemilih, Sumatera Selatan 6.668.823 pemilih, dan Riau 5.154.166 pemilih.

Pada kategori pemilih tersedikit, Papua Selatan mencatat 387.710 pemilih. Papua Barat memiliki 394.946 pemilih dan Papua Barat Daya 453.204 pemilih.

Daftar 10 provinsi dengan pemilih tersedikit juga mencakup Kalimantan Utara dengan 546.534 pemilih, Papua 797.329 pemilih, Gorontalo 915.402 pemilih, Maluku Utara 1.012.578 pemilih, Sulawesi Barat 1.034.703 pemilih, Kepulauan Bangka Belitung 1.133.583 pemilih, dan Papua Tengah 1.162.325 pemilih.

Dampak bagi tahapan Pemilu 2029

Data pemilih terbaru ini menjadi salah satu landasan administratif penting bagi persiapan pemilu berikutnya, ketika KPU mulai mengarahkan sumber daya dan anggaran untuk tahapan awal Pemilu 2029. Sebaran pemilih yang besar di provinsi-provinsi utama juga berpotensi memengaruhi kebutuhan logistik, pembentukan badan ad hoc, serta penyusunan daftar pemilih pada tahap berikutnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Mochammad Afifuddin menyampaikan tahapan Pemilu 2029 akan dimulai pada 2027. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR pada 15 Juni 2026, ia memaparkan enam kegiatan tahapan yang telah disiapkan untuk 2027, mulai dari perencanaan program dan anggaran, pendaftaran dan verifikasi peserta, pembentukan badan ad hoc, pemutakhiran data pemilih, penetapan jumlah kursi dan daerah pemilihan, hingga pencalonan presiden, wakil presiden, serta anggota legislatif.

Untuk tahapan tersebut, KPU memaparkan pagu indikatif masing-masing kegiatan, termasuk Rp 239.382.133.000 untuk pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih. Langkah itu menunjukkan bahwa pembaruan basis data pemilih pada Semester I 2026 menjadi bagian dari proses yang lebih luas menuju pelaksanaan Pemilu 2029.

Tambahan anggaran untuk operasional layanan kapal perintis pada sisa 2026 menjadi fokus pembahasan pemerintah dan DPR agar konektivitas wilayah perintis dan daerah 3T tetap berjalan. Dalam laporan kami sebelumnya, disorot penggunaan skema Anggaran Belanja Tambahan untuk menutup kebutuhan operasional sekaligus upaya membenahi mekanisme pendanaan supaya hambatan administrasi tidak kembali mengganggu layanan publik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.