Ashutosh Sureka

Indonesia tegaskan ketahanan ekonomi dan pangan di tengah risiko global

Indonesia tegaskan ketahanan ekonomi dan pangan di tengah risiko global
Indonesia tetap tangguh global

Di tengah kekhawatiran atas ketahanan anggaran dan tekanan global, Presiden RI Prabowo Subianto menolak anggapan bahwa Indonesia menuju kolaps. Ia menyatakan kondisi nasional semakin kuat, sembari menyoroti capaian swasembada pangan dan kesiapan energi yang dinilai lebih baik dibanding sejumlah negara lain.

Sorotan

  • Prabowo menegaskan dalam Sidang Kabinet Paripurna 20 Juli 2026 bahwa prediksi kolaps ekonomi Indonesia tidak terbukti dan negara justru bertambah kuat.
  • Indonesia dinilai telah lebih dulu mencapai swasembada pangan di tengah kekhawatiran global akibat perang yang mengganggu pasokan pangan dunia.
  • Pemerintah menekankan tanggung jawab penyediaan fasilitas layanan kesehatan dan publik untuk menjaga stabilitas nasional dan ketahanan ekonomi.

Pernyataan pemerintah dalam sidang kabinet

Seperti dilaporkan Kompas.com, Prabowo menyampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026, bahwa prediksi tentang Indonesia akan kolaps tidak terbukti. Ia mengatakan Indonesia justru semakin kuat dari waktu ke waktu.

Prabowo menambahkan dunia sedang menghadapi perang di berbagai kawasan, yang memicu keresahan banyak negara terkait pasokan pangan. Dalam situasi itu, ia menilai Indonesia sudah lebih dahulu mencapai swasembada pangan.

Di sektor energi, Prabowo mengatakan Indonesia tetap menghadapi kesulitan, namun posisinya lebih siap dibanding negara lain. Meski begitu, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat pemerintah lengah atau cepat puas.

Implikasi bagi layanan publik dan stabilitas nasional

Prabowo juga menegaskan negara bertanggung jawab menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Karena itu, ia mengatakan pemerintah bekerja sangat keras untuk menjaga kualitas layanan dasar kepada masyarakat.

Dalam forum yang sama, ia menyampaikan apresiasi kepada para anggota kabinet yang dinilainya tetap bekerja dengan inisiatif meski pengawasan tidak selalu dilakukan secara langsung. Pernyataan itu memperlihatkan fokus pemerintah pada stabilitas nasional, kecukupan pangan, dan kesiapan energi sebagai penopang utama ketahanan ekonomi Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang agenda Sidang Kabinet Paripurna 20 Juli 2026 di Istana, pemerintah menekankan percepatan pelaksanaan program lintas sektor dan penguatan koordinasi antarkementerian/lembaga. Kami juga mencatat sidang kabinet terakhir pada 13 Maret 2026, yang menunjukkan intensifikasi konsolidasi eksekutif untuk memastikan program prioritas berjalan sesuai target.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.