Pertamina Hulu Energi didorong memperbesar peran di proyek LNG Masela

Pertamina Hulu Energi didorong memperbesar peran di proyek LNG Masela
Pertamina masuk LNG Masela

Masuknya PT Pertamina Hulu Energi ke proyek LNG Abadi Blok Masela menandai fase baru bagi pengembangan proyek gas strategis yang lama tertunda di Indonesia. Keterlibatan dengan hak partisipasi 20% dinilai dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong nilai tambah bagi industri migas domestik.

Sorotan

  • Pertamina Hulu Energi memperoleh hak partisipasi 20% di Blok Masela pada 2023, mendorong persetujuan revisi rencana pengembangan November 2023.
  • Nilai investasi proyek LNG Abadi Blok Masela mencapai USD20,94 miliar atau sekitar Rp352 triliun, dengan target peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri dan transfer teknologi.
  • Keterlibatan lebih besar Pertamina Hulu Energi di Masela diharapkan memperkuat pasokan energi nasional dan kontribusi sektor migas terhadap perekonomian Indonesia.

Peran PHE dalam pengembangan Masela

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo menyatakan optimistis Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi mampu mengambil peran besar dalam pengelolaan proyek raksasa Blok Masela setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama di Tanimbar, Maluku, pekan lalu.

Proyek ini sempat tertunda selama 28 tahun sejak kontrak bagi hasil pertama kali ditandatangani pada 1998. Blok Masela kemudian memasuki babak baru ketika PHE masuk dengan hak partisipasi 20% pada 2023, yang turut mendorong persetujuan revisi Plan of Development dari pemerintah pada November 2023.

Sartono menilai kontribusi PHE perlu melampaui kepemilikan saham semata. Menurut dia, peran perusahaan harus terukur, termasuk melalui penguatan kemampuan teknis, lingkungan, dan komersial dalam pengembangan lapangan Abadi.

Dampak bagi industri migas nasional

Pada fase konstruksi, Sartono menyebut peran PHE dapat terlihat melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri, pelibatan industri nasional, transfer teknologi, serta pengendalian biaya proyek. Nilai investasi proyek LNG Abadi Blok Masela mencapai USD20,94 miliar atau sekitar Rp352 triliun.

Harapan terhadap peran lebih besar PHE juga didasarkan pada ketersediaan sumber daya manusia yang dinilai kompeten dalam pengelolaan proyek hulu migas nasional. Jika kontribusi itu berjalan sesuai harapan, keterlibatan Pertamina di Masela berpotensi memperkuat pasokan energi sekaligus meningkatkan kontribusi sektor migas terhadap perekonomian nasional.

Penurunan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) pada Juni 2026 menjadi sorotan karena turun tajam seiring meredanya gangguan pasokan global dan melemahnya acuan minyak utama dunia. Dalam laporan kami sebelumnya, kami juga membahas pemangkasan harga BBM nonsubsidi Pertamina Patra Niaga yang mengikuti dinamika harga minyak global dan berpotensi menekan biaya operasional distribusi serta memberi penghematan bagi konsumen.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.