Kementerian Transmigrasi arahkan program menjadi pengembangan kawasan ekonomi di Bali
Pemerintah kini menggeser fokus transmigrasi dari perpindahan penduduk menjadi pembangunan kawasan yang mendorong pertumbuhan ekonomi baru. Arah kebijakan itu mencakup penciptaan lapangan kerja, penarikan investasi, dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal di kawasan transmigrasi.
Sorotan
- Kementerian Transmigrasi mengubah fokus program menjadi pengembangan kawasan ekonomi di Bali dengan skema build, operate, transfer (BOT) mulai 21 Juli 2026.
- Keberhasilan transmigrasi kini diukur dari penciptaan aktivitas ekonomi berbasis komoditas unggulan, riset, hilirisasi, dan investasi, bukan sekadar jumlah warga yang dipindahkan.
- Pemerintah menekankan penyediaan infrastruktur dasar dan menarik investasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di kawasan transmigrasi.
Perubahan fokus program dan skema investasi
Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan perubahan arah tersebut saat memimpin Apel Pegawai di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Denpasar, Bali, Selasa (21/7/2026). Dalam rilis pers yang diterima Jumat (24/7/2026), ia menyatakan transmigrasi harus menunjukkan hasil nyata melalui pengembangan komoditas seperti kopi, kelapa, durian, hingga potensi pertambangan, dengan melibatkan kampus dan investor melalui skema build, operate, transfer, BOT.Menurut Iftitah, keberhasilan transmigrasi tidak lagi diukur dari jumlah warga yang dipindahkan, melainkan dari kemampuan kawasan transmigrasi menciptakan aktivitas ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Kementerian Transmigrasi juga terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan investor agar potensi unggulan tiap kawasan dapat dikembangkan lewat riset, hilirisasi, dan investasi.
Dampak bagi kawasan dan perekonomian daerah
Iftitah menegaskan paradigma baru transmigrasi kini berorientasi pada pembangunan kawasan yang memiliki daya tarik ekonomi. Fokus pemerintah, kata dia, bukan lagi mendorong masyarakat untuk pindah, tetapi membangun kawasan yang menarik masyarakat dan pelaku usaha untuk datang dengan sendirinya.Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah menekankan penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, internet, dan keamanan. Dengan dukungan tersebut, investasi diharapkan masuk, kegiatan ekonomi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi meningkat.
Dalam arahannya, Iftitah juga mengajak aparatur Kementerian Transmigrasi bertransformasi secara internal. Ia menilai perubahan organisasi hanya akan berjalan jika setiap individu lebih dulu mengubah cara kerja dan kinerjanya untuk mendukung target pembangunan kawasan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang ekspansi pembiayaan berkelanjutan Bank Syariah Indonesia (BSI), kami menyoroti portofolio sustainable financing yang mencapai Rp 77,06 triliun hingga Mei 2026 dan posisi ESG sebagai strategi utama pertumbuhan bisnis. Kami juga mengulas bagaimana integrasi ESG dengan prinsip maqashid syariah diperkuat lewat inisiatif operasional rendah emisi serta penyaluran dana sosial (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) untuk program pemberdayaan dan lingkungan.
Berita Transportation Terbaru
- Forex
- Crypto