Indonesia dorong pengembangan armada pelayaran nasional untuk kurangi dominasi kapal asing

Indonesia dorong pengembangan armada pelayaran nasional untuk kurangi dominasi kapal asing
Penguatan Armada Nasional

Pemerintah Indonesia mendorong penguatan armada pelayaran nasional setelah pengiriman barang ke dalam negeri masih didominasi kapal berbendera asing. Arahan itu mencakup penyusunan rencana pengembangan kapal nasional dan peningkatan kapasitas galangan kapal domestik sesuai standar internasional.

Sorotan

  • Presiden Prabowo menargetkan peningkatan proporsi kapal berbendera Indonesia dari saat ini sekitar 5 persen dalam pengiriman barang ke Indonesia.
  • Pemerintah menginstruksikan pengembangan armada pelayaran nasional dan meminta rencana strategis untuk memperkuat distribusi barang domestik.
  • Dukungan pada galangan kapal lokal diupayakan melalui peningkatan produksi kapal berstandar internasional guna mendorong industri perkapalan dan mengurangi dominasi kapal asing.

Target pengembangan armada nasional

Seperti dilaporkan Kompas.com, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyoroti dominasi kapal berbendera asing dalam pengiriman barang ke Indonesia. Menurut Rosan, sekitar 95 persen kapal yang mengirim barang saat ini berbendera asing, dan Presiden ingin kondisi tersebut berubah ke depan.

Rosan menyatakan Prabowo meminta agar kapal-kapal yang mengirim barang ke Indonesia semakin banyak berbendera Indonesia. Pemerintah juga meminta rencana pengembangan yang menjelaskan langkah untuk memperkuat armada nasional dalam mendukung distribusi barang.

Dampak bagi industri galangan kapal

Rosan mengatakan Indonesia sudah memiliki galangan kapal milik swasta maupun BUMN yang dapat menjadi dasar penguatan industri pelayaran nasional. Pemerintah kini akan mencoba meningkatkan pembuatan kapal di dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperluas peran kapal nasional.

Ia menambahkan pembuatan kapal di galangan domestik diupayakan memenuhi standar yang baik dan standar internasional. Jika rencana itu berjalan, kebijakan tersebut berpotensi memperbesar aktivitas industri perkapalan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada armada asing di sektor logistik.

Kenaikan arus peti kemas nasional pada semester I 2026 menjadi sorotan dalam laporan kami sebelumnya, dengan throughput PT Pelindo Terminal Petikemas mencapai 6,63 juta TEUs atau naik 5,51% berkat bertambahnya rute, kunjungan kapal, dan penguatan layanan. Kami juga mencatat pertumbuhan arus impor-ekspor dan modernisasi terminal yang membantu menjaga kelancaran rantai pasok serta meningkatkan daya saing logistik Indonesia.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.