LPS mencatat lonjakan rekening simpanan dolar U.S. hingga Juni 2026

LPS mencatat lonjakan rekening simpanan dolar U.S. hingga Juni 2026
Lonjakan rekening dolar U.S.

Porsi rekening simpanan valuta asing dolar U.S. meningkat tajam pada paruh pertama 2026, meski masih jauh di bawah dominasi rekening rupiah dalam sistem perbankan nasional. Hingga Juni 2026, jumlah rekening dolar U.S. mencapai 16,53 juta atau 2,4% dari total rekening simpanan, dengan pertumbuhan tahunan 185,5%.

Sorotan

  • LPS mencatat jumlah rekening dolar U.S. tumbuh 85,3% secara bulanan hingga Juni 2026, jauh melampaui pertumbuhan rekening rupiah yang hanya 1,1%.
  • Nilai simpanan valas naik 1,6% dalam sebulan mencapai Rp1.741,46 triliun, sedangkan simpanan rupiah turun 0,5% menjadi Rp8.567,87 triliun.
  • Total simpanan per Juni 2026 Rp10.309,32 triliun turun 0,2% secara bulanan, dengan deposito naik 2% dan giro turun 4,4% dalam sebulan.

Pertumbuhan rekening valas dan nilai simpanan

KONTAN melaporkan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening dolar U.S. tumbuh 85,3% secara bulanan hingga Juni 2026. Dalam periode yang sama, jumlah rekening rupiah mencapai 680,42 juta, hanya naik 1,1% dalam sebulan dan 7,8% dibandingkan setahun sebelumnya.

Kenaikan jumlah rekening valas itu tidak sepenuhnya diikuti lonjakan nilai simpanan. Hingga pertengahan tahun ini, simpanan valas tercatat Rp1.741,46 triliun, naik 1,6% dalam sebulan dan 19,5% secara tahunan.

Di sisi lain, nilai simpanan rupiah mencapai Rp8.567,87 triliun. Angka ini turun 0,5% dalam sebulan dan melemah 0,8% sejak awal tahun, tetapi masih tumbuh 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komposisi simpanan per jenis produk

Secara keseluruhan, nilai simpanan per Juni 2026 mencapai Rp10.309,32 triliun. Total itu turun 0,2% secara bulanan, namun masih mencatat pertumbuhan 10% secara tahunan.

Berdasarkan jenis produk, deposito tetap menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp3.670,23 triliun atau 35,6% dari total simpanan. Nilainya naik 2% dalam sebulan dan 11,8% dalam setahun.

Giro menyusul dengan nilai Rp3.357,77 triliun atau 32,6% dari total simpanan, meski turun 4,4% secara bulanan dan masih tumbuh 9,6% secara tahunan. Sementara itu, tabungan tercatat Rp3.179,26 triliun atau 30,8% dari total simpanan, naik 1% dalam sebulan dan 8,2% dibandingkan setahun sebelumnya.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang perbedaan struktur pendanaan bank besar pada semester I-2026, kami mengulas bagaimana pertumbuhan DPK Bank Mandiri lebih banyak ditopang lonjakan deposito, sementara BCA lebih bertumpu pada dana murah (CASA). Kami juga menyoroti peran penempatan dana SAL pemerintah yang mendorong kenaikan deposito di bank-bank Himbara serta implikasinya terhadap biaya dana ketika ketergantungan pada deposito meningkat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.