BEI mencatat TCPI pimpin penurunan saham mingguan, LINK masuk daftar top losers
Perdagangan singkat 18-21 Agustus 2026 menampilkan tekanan jual tajam pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia meski pasar acuan bergerak menguat. Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,93 persen dalam sepekan ke level 6.525, sementara daftar saham dengan pelemahan terdalam diisi emiten dari berbagai sektor.
Sorotan
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) memimpin penurunan mingguan dengan saham anjlok 35,56 persen dari Rp3.600 menjadi Rp2.320 per saham.
- Saham PT LinkNet Tbk (LINK) turun paling terbatas dalam daftar top losers, melemah 9,37 persen menjadi Rp1.500 per saham.
- Meski sejumlah saham besar terkoreksi, IHSG justru menguat 1,93 persen sepanjang pekan hingga level 6.525 per 22 Agustus 2026.
Daftar penurunan terbesar pekan ini
Menurut Okezone Economy, berdasarkan statistik Bursa Efek Indonesia per Sabtu, 22 Agustus 2026, saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) menjadi penghuni teratas daftar 10 saham dengan penurunan terbesar selama perdagangan 18-21 Agustus 2026. Harga saham TCPI merosot 35,56 persen dari Rp3.600 menjadi Rp2.320 per saham.Di sisi lain, pelemahan paling terbatas dalam kelompok tersebut terjadi pada saham PT LinkNet Tbk (LINK). Saham LINK turun 9,37 persen menjadi Rp1.500 dari posisi pekan sebelumnya di Rp1.655 per saham.
Kontras dengan penguatan IHSG
Pergerakan kelompok top losers ini menunjukkan tekanan jual yang tidak merata di pasar saham domestik. Saat sejumlah emiten mencatat koreksi tajam, IHSG justru menguat dalam periode yang sama.Kondisi itu menandakan sentimen negatif lebih terkonsentrasi pada saham-saham tertentu, bukan mencerminkan pelemahan menyeluruh di bursa. BEI mencatat penguatan indeks acuan sebesar 1,93 persen sepanjang sepekan hingga level 6.525.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan IHSG dan lonjakan aktivitas transaksi di BEI pada periode 18-21 Agustus 2026, kami mencatat indeks naik 1,93% ke level 6.525,690 dari 6.401,888 pada pekan sebelumnya. Laporan tersebut juga menyoroti likuiditas yang menguat, tercermin dari kenaikan rata-rata volume transaksi harian menjadi 50,30 miliar lembar dan frekuensi transaksi harian ke 2,21 juta kali, yang mengindikasikan momentum pasar domestik membaik.
Berita Stock indexes Terbaru
- Forex
- Crypto