Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia memulai sesi Selasa pagi dengan tekanan jual yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun ke level 5.914. Dalam satu menit pertama, pelemahan bertambah menjadi 0,75 persen ke 5.891, mencerminkan tekanan yang meluas di mayoritas saham dan indeks sektoral.
Sorotan
- IHSG dibuka turun 0,36 persen pada 13 Oktober 2026 dan anjlok hingga 0,75 persen semenit setelah pembukaan perdagangan.
- Nilai transaksi awal tercatat Rp381 miliar dengan volume 1,5 miliar lembar saham sementara indeks LQ45 turun 0,80 persen ke 586 dan IDX30 terkoreksi 0,89 persen ke 326.
- Seluruh sektor, termasuk infrastruktur, keuangan, properti, dan teknologi, melemah, namun ETF seperti Premier ETF PEFINDO i-Grade mencatatkan gain di tengah tekanan pasar.
Pergerakan awal pasar dan aktivitas transaksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka melemah 0,36 persen pada Selasa, 13 Oktober 2026, sebelum turun lebih dalam menjadi 0,75 persen semenit setelah pembukaan. Pada fase awal perdagangan itu, 145 saham berada di zona hijau, 351 saham melemah, dan 467 saham lainnya stagnan.Nilai transaksi awal mencapai Rp381 miliar dengan volume 1,5 miliar lembar saham. Pelemahan juga terlihat pada indeks-indeks utama lain, dengan LQ45 turun 0,80 persen ke 586, JII melemah 0,90 persen ke 349, MNC36 turun 0,93 persen ke 258, dan IDX30 terkoreksi 0,89 persen ke 326.
Tekanan sektoral meluas di bursa
Sentimen negatif pada pembukaan perdagangan turut menekan seluruh indeks sektoral ke zona merah. Sektor yang melemah mencakup infrastruktur, transportasi, industri, teknologi, kesehatan, energi, keuangan, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, properti, serta bahan baku.Di tengah pelemahan pasar yang merata, daftar top gainers dipimpin oleh Reksa Dana Indeks Premier ETF PEFINDO i-Grade, Reksa Dana Pinnacle Enhanced Liquid ETF, dan Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF. Pergerakan ini menunjukkan minat selektif investor masih muncul pada sejumlah produk berbasis ETF meski pasar saham secara umum berada di bawah tekanan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penutupan perdagangan IHSG pada 13 Oktober 2026, kami mencatat indeks berakhir melemah tipis 0,17% ke level 5.925 dengan nilai transaksi Rp10,5 triliun. Ulasan tersebut juga menyoroti pergerakan sektoral yang tidak merata serta daftar top gainer dan top loser, termasuk kenaikan GRPH dan penurunan Batavia Smart Liquid ETF.
Berita Transportation Terbaru
- Forex
- Crypto