KAI siapkan kontrak pengadaan sarana INKA hingga Rp14,88 triliun

KAI siapkan kontrak pengadaan sarana INKA hingga Rp14,88 triliun
KAI siapkan kontrak triliunan

KAI Group melanjutkan pembaruan armada dan penguatan kapasitas angkutan dengan menyiapkan pengadaan sarana perkeretaapian dari INKA senilai Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun. Cakupan kontrak itu meliputi kereta antarkota generasi baru, armada Commuter Line, rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, serta gerbong datar untuk logistik di Sumatra Selatan.

Sorotan

  • KAI menyiapkan kontrak pengadaan sarana bersama INKA hingga Rp14,88 triliun mencakup 612 kereta Stainless Steel New Generation, LRT, dan 1.125 gerbong datar.
  • Nilai pengadaan 612 kereta Stainless Steel New Generation sebesar Rp5,5 triliun dan dirakit menjadi 56 rangkaian untuk periode penggantian 2023-2027.
  • Sebanyak 40 dari 56 rangkaian telah diserahterimakan dan 39 di antaranya telah beroperasi, menandai fokus KAI pada modernisasi layanan dan penguatan industri nasional.

Rincian pengadaan dan jadwal armada

Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, kerja sama KAI Group dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mencakup 612 kereta Stainless Steel New Generation untuk layanan antarkota, sarana Commuter Line baru dan hasil retrofit, 31 rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, serta 1.125 gerbong datar untuk mendukung angkutan barang di Sumatra Selatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengadaan sarana perkeretaapian membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas produk yang konsisten, dan ketepatan waktu penyelesaian kontrak. Dalam keterangan tertulis pada Selasa, 13 Oktober 2026, ia menyatakan KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional.

Salah satu proyek utama dalam kerja sama itu adalah pengadaan 612 kereta Stainless Steel New Generation senilai Rp5,5 triliun. Seluruh kereta tersebut disusun menjadi 56 rangkaian untuk program penggantian sarana periode 2023 hingga 2027.

Dampak bagi operasi dan industri perkeretaapian

Dari total 56 rangkaian yang direncanakan, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI. Sebanyak 39 rangkaian telah beroperasi melayani pelanggan, sementara satu rangkaian lainnya masih menjalani persiapan operasional.

Pengadaan ini menunjukkan fokus KAI pada modernisasi layanan penumpang dan penguatan angkutan barang secara bersamaan. Di sisi industri, nilai kontrak tersebut juga menopang kesinambungan pesanan bagi INKA dan mendukung pengembangan kemampuan manufaktur perkeretaapian dalam negeri.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kinerja bongkar muat batu bara KAI Logistik, perusahaan mencatat volume 4.271.642 ton pada kuartal III 2026, naik 26% dibanding kuartal II. Pada September 2026, capaian bulanan mencapai 1,566 juta ton, tertinggi sepanjang tahun, yang menegaskan penguatan kapasitas operasional KAI Logistik untuk mendukung distribusi komoditas energi dalam rantai pasok nasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.