Piutang pembiayaan syariah multifinance Indonesia tumbuh 9,14% pada semester I-2026

Piutang pembiayaan syariah multifinance Indonesia tumbuh 9,14% pada semester I-2026
Syariah multifinance tumbuh pesat

Pertumbuhan pembiayaan syariah terus menopang kinerja industri multifinance Indonesia hingga paruh pertama 2026. Pada semester I-2026, piutang pembiayaan syariah mencapai Rp31,98 triliun, sementara sejumlah pelaku industri juga membukukan kenaikan pembiayaan sejalan dengan tren sektor.

Sorotan

  • OJK mencatat piutang pembiayaan syariah multifinance Indonesia naik 9,14% menjadi Rp31,98 triliun pada semester I-2026.
  • Adira Finance membukukan pembiayaan syariah Rp5,4 triliun dan BFI Finance mencatat pertumbuhan piutang 7,9% secara tahunan pada semester I-2026.
  • CORE memperkirakan pertumbuhan pembiayaan syariah semester II-2026 tetap positif di kisaran high single digit hingga low double digit, meski risiko kredit meningkat.

Pertumbuhan piutang dan kinerja pelaku industri

KONTAN melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan syariah industri multifinance tumbuh 9,14% menjadi Rp31,98 triliun pada semester I-2026.

Di tingkat perusahaan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Adira Finance, membukukan pembiayaan syariah sebesar Rp5,4 triliun hingga Juni 2026. PT BFI Finance Indonesia Tbk juga mencatat piutang yang dikelola tumbuh 7,9% secara tahunan pada semester I-2026, menandakan tren positif pembiayaan syariah tidak hanya terjadi di level industri.

Prospek semester II dan tantangan kualitas kredit

Ekonom Center of Reform on Economic, CORE, Yusuf Rendy Manilet menilai pembiayaan syariah memiliki ruang yang lebih kuat di segmen pembiayaan ritel, kendaraan bekas, dan kebutuhan rumah tangga. Menurut dia, pertumbuhan itu tidak semata berasal dari basis yang masih kecil, tetapi juga mencerminkan preferensi nasabah terhadap pembiayaan berbasis syariah, di tengah pembiayaan kendaraan konvensional yang masih tertekan.

Ia menambahkan momentum Ramadan, hari raya, umrah, dan haji pada paruh pertama 2026 ikut mendorong permintaan, namun faktor musiman belum cukup menjelaskan keseluruhan kenaikan. Diversifikasi produk syariah yang semakin luas, serta penggunaan skema murabahah yang relatif mudah dipahami untuk pembiayaan kendaraan dan kebutuhan rumah tangga, juga menjadi penopang pertumbuhan.

Untuk semester II-2026, Yusuf memperkirakan pertumbuhan tetap positif tetapi lebih moderat karena dorongan musiman Ramadan dan Lebaran sudah berlalu. Ia menilai segmen umrah, kendaraan bekas, dan pembiayaan ritel masih menjadi penyangga, dengan peluang pertumbuhan pembiayaan syariah multifinance tetap berada pada kisaran high single digit hingga low double digit sampai akhir tahun, meski industri tetap perlu menjaga kualitas pembiayaan saat risiko kredit meningkat.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang perbedaan tren penjualan mobil dan pembiayaan multifinance hingga Juni 2026, kami menyoroti bahwa penjualan kendaraan tumbuh dua digit, tetapi penyaluran pembiayaan mobil baru dan bekas justru terkontraksi. Kami mencatat kondisi ini dipengaruhi pergeseran konsumen ke pembayaran tunai serta suku bunga yang lebih tinggi, sementara sebagian pelaku tetap mengejar pertumbuhan dengan memperkuat sinergi dealer, pengembangan produk, dan pengelolaan risiko.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.