BNI catat pertumbuhan AUM wealth management, segmen private naik 21%
Bisnis wealth management PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terus tumbuh di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi global, dengan nasabah mulai menunjukkan preferensi pada portofolio yang lebih konservatif. Per Juli 2026, pertumbuhan dana kelolaan terutama ditopang segmen private, sementara tabungan dengan saldo di atas Rp1 miliar juga meningkat lebih cepat dibanding portofolio lain.
Sorotan
- Per Juli 2026, AUM investasi BNI tumbuh 10% YoY, dengan segmen private naik 21% dan jumlah nasabah private naik 9%.
- Tabungan BNI dengan saldo di atas Rp1 miliar tumbuh sekitar 18% YoY, mengindikasikan nasabah cenderung wait and see serta memilih obligasi sebagai instrumen utama.
- BNI meluncurkan wondrX 2026 dan menghadirkan berbagai program loyalitas serta kolaborasi ekosistem untuk mempercepat akuisisi nasabah dan ekspansi wealth management pada paruh kedua 2026.
Pertumbuhan AUM dan pergeseran preferensi nasabah
Kepada KONTAN, Pemimpin Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia mengatakan kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management perseroan masih tumbuh konsisten meski dinamika pasar dan persaingan semakin ketat.Ia menjelaskan tabungan dengan saldo di atas Rp1 miliar tumbuh sekitar 18% secara tahunan per Juli 2026, lebih tinggi dibandingkan portofolio lainnya. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sebagian nasabah masih bersikap wait and see dan masuk ke pasar secara bertahap.
Sejalan dengan itu, aset under management nasabah yang dikelola BNI juga terus bertumbuh. Per Juli 2026, pertumbuhan AUM terutama berasal dari segmen private yang meningkat 21% YoY, sementara jumlah nasabah di segmen tersebut tumbuh 9%. Secara keseluruhan, AUM investasi BNI tumbuh 10% YoY dengan obligasi masih menjadi instrumen utama pilihan nasabah.
Henny mengatakan tekanan global yang masih berlangsung memicu koreksi di pasar modal, sehingga sebagian nasabah memilih menempatkan dana pada instrumen obligasi. Di saat yang sama, nasabah dengan profil agresif justru memanfaatkan pelemahan pasar untuk menambah porsi investasi sekaligus melakukan rebalancing portofolio.
BNI juga melihat animo terhadap produk investasi masih meningkat, terutama pada surat utang negara dengan imbal hasil tetap dan kupon premium, termasuk seri SR025 yang sedang diluncurkan saat ini.
Strategi ekspansi bisnis pada paruh kedua 2026
Memasuki paruh kedua 2026, BNI optimistis bisnis wealth management dapat tumbuh lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan menyiapkan sejumlah inisiatif untuk mendorong pertumbuhan jumlah nasabah maupun AUM hingga akhir tahun.Salah satu langkah yang sudah dijalankan adalah penyelenggaraan wondrX 2026 pada akhir Agustus lalu, yang digunakan sebagai wadah untuk memperluas basis nasabah sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis wealth management. BNI juga akan memperkuat kanal distribusi dan berkolaborasi dengan ekosistem bisnis perseroan untuk mempercepat akuisisi nasabah baru, terutama dari kalangan key person debitur, institusi, dan merchant yang bekerja sama dengan bank.
Selain mengejar nasabah baru, BNI berupaya meningkatkan product holding ratio setiap nasabah melalui penawaran tabungan multicurrency, deposito, investasi, kartu kredit, aktivasi wondr, asuransi, KPR BNI Griya, hingga pembiayaan kendaraan BNI Oto. Perseroan juga menyiapkan program berbasis minat nasabah, termasuk program top up dana dengan hadiah tiket konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour yang dijadwalkan berlangsung di Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.
BNI menilai pendekatan itu dapat menjadi daya tarik bagi nasabah baru untuk bergabung dengan layanan Emerald maupun Private. Di sisi lain, perseroan menekankan peran dedicated relationship manager untuk menjaga pertumbuhan dana nasabah dan memperkuat layanan wealth management melalui konsep Beyond Wealth dan Your Life Enhanced.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang akselerasi transformasi digital BNI melalui wondr by BNI dan BNIdirect, kami menyoroti lonjakan transaksi digital yang mendekati Rp 7.000 triliun pada semester I-2026, ditopang pertumbuhan pengguna ritel dan wholesale. Kami juga mengulas penguatan infrastruktur (ATM, agen, merchant QRIS) serta perluasan konektivitas lewat Open API yang diarahkan untuk efisiensi proses, peningkatan engagement, dan peluang cross-selling.
- Forex
- Crypto