Jasindo melihat peluang pertumbuhan asuransi engineering hingga akhir tahun
Prospek lini asuransi engineering di industri asuransi umum dinilai masih terbuka sampai akhir 2026 seiring proyek konstruksi, industri, energi, dan investasi yang tetap berjalan di sejumlah sektor. Di tengah tekanan kinerja pada semester I-2026, PT Asuransi Jasa Indonesia menyiapkan pengembangan portofolio yang lebih selektif dengan menjaga kualitas underwriting dan profil risiko.
Sorotan
- Premi lini asuransi engineering terkontraksi 14,1% secara tahunan menjadi Rp2,37 triliun pada semester I-2026 menurut AAUI.
- Nilai klaim asuransi engineering naik 78,5% secara tahunan menjadi Rp1,59 triliun pada periode yang sama.
- Lini asuransi engineering menyumbang 4,1% dari total premi industri asuransi umum yang mencapai Rp58,19 triliun pada semester I-2026.
Strategi Jasindo menjaga pertumbuhan bisnis
Seperti diberitakan Kontan, Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasa Indonesia, Brellian Gema Widayana, mengatakan perseroan terus mencermati perkembangan proyek dan aktivitas investasi hingga akhir tahun ini untuk mengoptimalkan peluang bisnis yang prospektif dan sesuai dengan profil risiko perusahaan.Ia menjelaskan upaya pertumbuhan tetap dijalankan dengan mempertimbangkan kualitas portofolio dan prinsip underwriting yang prudent. Untuk memperkuat kinerja lini asuransi rekayasa, Jasindo juga terus mengembangkan portofolio secara selektif dengan menilai profil dan eksposur risiko masing-masing proyek.
Langkah itu ditempuh melalui penguatan kapabilitas underwriting dan pendalaman pemahaman atas karakteristik risiko. Jasindo juga menerapkan pendekatan Risk Management Partnership untuk membangun kolaborasi dengan mitra dan nasabah, sekaligus mengembangkan bisnis pada sektor yang sesuai dengan risk appetite perusahaan.
Tekanan industri dan kontribusi premi
Pada semester I-2026, Jasindo menyatakan lini asuransi engineering mengalami tekanan yang dipengaruhi dinamika aktivitas proyek dan investasi, termasuk waktu pelaksanaan serta skala sejumlah proyek. Namun, kinerja segmen ini tidak hanya bergantung pada proyek pemerintah, melainkan juga dipengaruhi perkembangan proyek swasta dan aktivitas investasi di berbagai sektor.Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, AAUI, mencatat premi lini asuransi engineering terkontraksi 14,1% secara tahunan menjadi Rp2,37 triliun pada semester I-2026. Pada periode yang sama, nilai klaim mencapai Rp1,59 triliun, naik 78,5% secara tahunan.
Lini asuransi engineering menyumbang 4,1% terhadap total premi industri asuransi umum. Secara keseluruhan, industri asuransi umum membukukan premi Rp58,19 triliun pada semester I-2026, sehingga ruang pertumbuhan segmen rekayasa hingga akhir tahun masih menjadi perhatian pelaku industri.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang prospek pertumbuhan premi asuransi engineering di Indonesia, kami menyoroti bahwa ruang pemulihan hingga akhir tahun masih terbuka meski berlangsung selektif dan tidak merata di tiap segmen. Kami juga menjelaskan pemulihan sangat bergantung pada kelanjutan investasi sektor riil—seperti manufaktur, data center dan infrastruktur digital, energi, logistik, pertambangan, serta hilirisasi—dengan penilaian risiko dan prinsip underwriting yang tetap prudent.
Berita Company News Terbaru
- Forex
- Crypto