Padang dorong penguatan anggaran mitigasi banjir setelah bencana berulang

Padang dorong penguatan anggaran mitigasi banjir setelah bencana berulang
Padang perkuat mitigasi banjir

Banjir bandang kembali melanda Kota Padang pada akhir pekan, memperparah kerusakan infrastruktur pengendali banjir di sejumlah kawasan permukiman. Kondisi ini memicu desakan agar alokasi anggaran untuk rehabilitasi lingkungan, rekonstruksi, dan pencegahan bencana diperkuat supaya kejadian serupa tidak terus berulang.

Sorotan

  • Anggota DPR RI Alex Indra Lukman mendesak peningkatan alokasi anggaran untuk pencegahan dan rehabilitasi banjir akibat bencana berulang di Padang.
  • Hujan lebat sejak 10 Oktober 2026 menyebabkan luapan sungai dan banjir di Kota Padang, dengan Perumahan Lumin Park terdampak lebih parah dibandingkan November 2025.
  • Tanggul yang baru diperbaiki pasca-banjir November 2025 kembali jebol, memaksa evakuasi di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Nanggalo serta mempertegas kebutuhan status bencana nasional.

Desakan anggaran untuk rehabilitasi dan pencegahan

Seperti diberitakan Kompas.com, anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat I, Alex Indra Lukman, menekankan perlunya keberpihakan anggaran untuk pencegahan banjir menyusul bencana yang kembali terjadi di Padang. Wakil Ketua Komisi IV DPR itu mengatakan alam yang telah rusak tidak dapat pulih sendiri dan membutuhkan dukungan anggaran serta upaya rehabilitasi yang serius.

Ia menilai dukungan dari sisi anggaran akan mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurut dia, hal itu juga menjadi alasan daerah mendesak status bencana nasional, karena keberpihakan fiskal dinilai dapat membantu menekan risiko bencana berulang.

Dampak banjir dan tekanan pada wilayah terdampak

Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu, 10 Oktober 2026 sejak pukul 12.20 WIB memicu luapan sejumlah aliran sungai hingga masuk ke permukiman warga. Sejumlah tanggul yang baru diperbaiki setelah banjir besar pada November 2025 kembali jebol diterjang arus deras, sementara banjir kali ini dilaporkan lebih parah dibandingkan kejadian tahun lalu di Perumahan Lumin Park.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan titik banjir saat ini masih berada di lokasi yang sama dengan bencana November 2025. Wilayah yang terdampak paling parah tersebar di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Nanggalo, dan petugas gabungan masih melakukan evakuasi warga di sejumlah lokasi terdampak.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang percepatan pemulihan infrastruktur pengendali banjir di Sibolga, kami mengulas sejumlah proyek pascabencana yang ditargetkan rampung pada Desember 2026. Fokusnya mencakup rehabilitasi drainase, penguatan tanggul Sungai Aek Doras, peningkatan layanan IGD RSUD, serta pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak guna menekan risiko banjir berulang dan memperkuat ketahanan wilayah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.