IHSG Jakarta turun 2,59 persen pada penutupan perdagangan Senin

IHSG Jakarta turun 2,59 persen pada penutupan perdagangan Senin
IHSG melemah tajam

Tekanan jual meluas di pasar saham Indonesia mendorong Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di level 5.936 pada akhir sesi Senin, 12 Oktober 2026. Pelemahan ini terjadi ketika mayoritas saham dan seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah, dengan nilai transaksi mencapai Rp13,6 triliun.

Sorotan

  • IHSG Jakarta anjlok 2,59 persen atau 157,61 poin ke 5.936, dengan nilai transaksi perdagangan Rp13,6 triliun dan volume 57,7 miliar saham pada Senin.
  • Seluruh indeks sektoral ditutup di zona merah, dengan sektor energi, keuangan, teknologi, dan properti mencatat pelemahan signifikan.
  • PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melonjak 24,77 persen ke Rp2.670, diikuti TFCO naik 24,76 persen dan ZONE naik 24,62 persen.

Pelemahan indeks dan aktivitas perdagangan

Menurut Okezone Economy Indonesia, IHSG pada sesi terakhir perdagangan Senin ditutup melemah 157,61 poin atau 2,59 persen ke level 5.936. Pada penutupan perdagangan, sebanyak 118 saham menguat, 632 saham melemah, dan 213 saham stagnan, sementara volume transaksi mencapai 57,7 miliar saham.

Nilai transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp13,6 triliun. Pelemahan juga terlihat pada sejumlah indeks utama lain, dengan indeks LQ45 turun 1,79 persen ke 590, indeks JII turun 3,23 persen ke 352, indeks IDX30 turun 1,41 persen ke 329, dan indeks MNC36 turun 1,34 persen ke 261.

Tekanan merata di sektor dan pergerakan top gainers

Seluruh indeks sektoral berada di zona merah pada akhir perdagangan. Sektor yang melemah meliputi energi, konsumer non siklikal, properti, bahan baku, keuangan, teknologi, konsumer siklikal, infrastruktur, industri, transportasi, dan kesehatan.

Di tengah pelemahan pasar yang luas, sejumlah saham masih mencatat kenaikan tajam. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) naik 24,77 persen ke Rp2.670, PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) naik 24,76 persen ke Rp1.285, dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menguat 24,62 persen ke Rp810.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang proyeksi pergerakan IHSG sepekan ke depan, kami menyoroti bahwa indeks masih rentan terkoreksi dengan area support 5.973 dan resistance 6.227. Kami juga mengulas sentimen utama yang dipantau pelaku pasar, mulai dari rilis inflasi AS yang berpengaruh ke arah suku bunga The Fed, hingga pelemahan rupiah, arus modal asing, dan volatilitas harga komoditas seperti minyak.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.