Bank Muamalat catat pembiayaan emas melonjak hingga Rp 1,9 triliun
Pertumbuhan pembiayaan emas syariah mendorong bisnis konsumer PT Bank Muamalat Indonesia Tbk hingga Agustus 2026, dengan outstanding Solusi Emas Hijrah mencapai Rp 1,9 triliun. Kenaikan itu berlangsung seiring lonjakan jumlah rekening nasabah lebih dari tiga kali lipat dan memperkuat posisi produk tersebut sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ritel perseroan.
Sorotan
- Outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat tumbuh lebih dari lima kali lipat secara tahunan hingga Agustus 2026, mencapai Rp 1,9 triliun.
- Solusi Emas Hijrah memungkinkan nasabah memiliki emas hingga 500 gram dengan tenor sampai 10 tahun dan uang muka mulai dari nol persen.
- Hingga akhir Agustus 2026, rasio non-performing financing Solusi Emas Hijrah tetap nol persen, menandakan pertumbuhan disertai kualitas aset yang sehat.
Pertumbuhan pembiayaan dan strategi produk
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Bank Muamalat menyebut outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah tumbuh lebih dari lima kali lipat secara tahunan hingga Agustus 2026. Dalam siaran pers pada Jumat, 16 Oktober, Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan perseroan mendorong perubahan cara masyarakat menyiapkan masa depan, dari sekadar menyisihkan pendapatan menjadi membangun kepemilikan aset riil secara bertahap.Menurut Ricky, peningkatan pembiayaan emas mencerminkan semakin besarnya kesadaran masyarakat untuk memiliki aset yang dapat membantu berbagai tujuan finansial jangka panjang. Ia mengatakan emas yang dimiliki secara terencana dapat dipersiapkan untuk pendidikan anak, ibadah haji atau umrah, pembelian kendaraan dan rumah, serta kebutuhan keluarga lainnya.
Melalui Solusi Emas Hijrah, nasabah dapat memiliki emas hingga 500 gram dengan pilihan kepingan sesuai kebutuhan. Jangka waktu angsuran tersedia hingga 10 tahun dan uang muka mulai dari nol persen, sehingga produk tersebut dapat disesuaikan dengan tujuan serta kemampuan finansial nasabah.
Dukungan digitalisasi dan kualitas aset
Pertumbuhan Solusi Emas Hijrah juga didukung digitalisasi proses pengajuan melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Bank Muamalat menilai inovasi itu membuat proses pengajuan lebih cepat, praktis, dan fleksibel, sehingga akses terhadap kepemilikan emas berbasis syariah semakin luas.Di tengah pertumbuhan tinggi, perseroan menyatakan tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai prioritas. Hingga akhir Agustus 2026, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing untuk Solusi Emas Hijrah berada di level nol persen, yang menunjukkan pertumbuhan pembiayaan masih diikuti kualitas aset yang sehat.
Ke depan, Bank Muamalat melihat potensi pembiayaan emas syariah masih besar, terutama di segmen ritel dan emerging middle class. Perseroan juga memperkirakan peningkatan kesadaran masyarakat untuk membangun aset sejak dini akan memperluas kebutuhan terhadap solusi kepemilikan emas yang mudah, terencana, dan sesuai prinsip syariah.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang dominasi gadai emas di industri pergadaian, kami menyoroti lonjakan laba sektor hingga Agustus 2026 yang banyak ditopang oleh tingginya permintaan gadai emas. Kami juga mencatat bahwa emas mendominasi portofolio jaminan pelaku utama karena proses taksiran dan pencairan dana yang cepat, sementara perusahaan memperkuat digitalisasi dan produktivitas cabang untuk menjaga pertumbuhan.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto